Padang | tipikal.com – Pemerintah Kota Payakumbuh bergerak cepat membenahi layanan kesehatan. Tak hanya menggandeng RSUP dr. M. Djamil Padang untuk memperkuat tata kelola rumah sakit, Pemko Payakumbuh juga membidik dukungan pemerintah pusat dengan mengajukan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD senilai total Rp200 miliar.
Proposal tersebut diserahkan langsung Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat kunjungan kerja di RSUP dr. M. Djamil Padang, Kamis, (30/7/2026).
Dana yang diajukan itu akan digunakan untuk membangun tiga fasilitas utama, yakni gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp26 miliar, gedung poliklinik Rp82 miliar, serta ruang rawat inap dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp92 miliar.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemko Payakumbuh untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kualitas RSUD dr. Adnaan WD. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat dukungan pemerintah pusat dinilai penting agar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat segera diwujudkan.
“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Lima Puluh Kota,” kata Zulmaeta.
Di tengah upaya memburu dukungan anggaran pusat, Pemko Payakumbuh juga memperkuat fondasi internal rumah sakit. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Direktur RSUP dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas tentang Penguatan Pengampuan Tata Kelola Rumah Sakit.
Kesepakatan ini diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, sekaligus memperkuat kinerja organisasi RSUD dr. Adnaan WD.
“Kesepakatan bersama ini menjadi fondasi bagi kita untuk memperkuat tata kelola rumah sakit sehingga mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kinerja organisasi terus meningkat,” ujar Zulmaeta.
Kerja sama pengampuan tersebut mencakup penguatan tata kelola organisasi, pelayanan klinis, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, manajemen risiko, mutu dan keselamatan pasien, hingga pengembangan sistem informasi rumah sakit.
Tak hanya itu, RSUD dr. Adnaan WD juga akan mendapatkan pendampingan, konsultasi, pembinaan, monitoring, dan evaluasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas rumah sakit sekaligus mendukung pemenuhan standar akreditasi.
“Tujuan kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik usulan pengembangan RSUD dr. Adnaan WD tersebut. Ia menyebut pemerintah pusat terus menjalankan program pembangunan dan pengembangan rumah sakit umum daerah di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
Namun, Budi meminta Pemko Payakumbuh tidak berhenti pada penyerahan proposal. Seluruh proses pengajuan harus dikawal secara serius agar persyaratan administrasi dan teknis dapat dipenuhi.
“Proposal ini harus dikawal oleh Kepala Dinas dan Direktur Rumah Sakit agar prosesnya berjalan baik dan dapat direalisasikan,” kata Budi.
Pemko Payakumbuh berharap penguatan kerja sama dengan RSUP dr. M. Djamil Padang dan dukungan pemerintah pusat dapat menjadi momentum percepatan transformasi RSUD dr. Adnaan WD.
Dengan peningkatan sarana, prasarana, tata kelola, dan kapasitas pelayanan, rumah sakit tersebut diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang semakin modern dan berkualitas, tidak hanya bagi warga Kota Payakumbuh tetapi juga masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota dan daerah sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Payakumbuh didampingi Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Bagian Pemerintahan Danil Defo, Kepala Bagian Protokol Diki Engla Mardianto, serta Direktur RSUD dr. Adnaan WD Efriza Naldi.
“Sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional akan terus kami perkuat agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin maju dan berkualitas,” pungkas Zulmaeta. (tpk)






