Payakumbuh | tipikal.com – Waktu pelaksanaan pacu kuda di Kota Payakumbuh tinggal menghitung hari. Event yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026 itu kini mulai dikebut persiapannya setelah Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat menuntaskan berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Zulmaeta menegaskan, waktu yang tersisa tidak banyak. Karena itu, persiapan pacu kuda yang melibatkan berbagai pihak harus segera dimatangkan agar event tersebut dapat terlaksana dengan sukses dan meriah.
“Kita harap waktu pelaksanaan sebisa mungkin disegerakan persiapannya, mengingat waktunya sudah mepet. Kita akan terus mendukung Sarga.co untuk bisa menggelar event ini dan menjadi agenda tahunan,” ujar Zulmaeta saat memimpin rapat persiapan pacu kuda di Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Selasa, (04/8/2026).
Bagi Zulmaeta, pacu kuda bukan sekadar ajang adu cepat di lintasan. Event tersebut merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Minangkabau yang telah berlangsung dan dilestarikan secara turun-temurun sejak zaman dahulu.
Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh berkomitmen memberikan dukungan agar pacu kuda tidak hanya sukses digelar pada tahun ini, tetapi juga dapat menjadi agenda rutin tahunan. Selain menjaga tradisi, event tersebut dinilai mampu menjadi magnet pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Kegiatan pacu kuda ini bagi masyarakat Minangkabau adalah event budaya dan pariwisata yang sudah dilestarikan sejak zaman dahulu kala,” kata Zulmaeta.
Rapat persiapan pacu kuda itu turut dihadiri Ketua Harian Pordasi Kota Payakumbuh sekaligus Anggota DPRD Kota Payakumbuh Mardion, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten I, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas PUPR, pengurus Pordasi, serta jajaran terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, pihak Sarga.co selaku penyelenggara juga menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan event. Iqbal dari Sarga.co meminta dukungan pemerintah, terutama dalam hal promosi dan publikasi agar gaung pacu kuda dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kami meminta dukungan untuk menunjang event-event ke depan, seperti ruang billboard yang dapat digunakan untuk promosi dan iklan,” ujar Iqbal.
Menurutnya, dukungan promosi menjadi salah satu bagian penting untuk meningkatkan eksposur event sekaligus menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk datang menyaksikan langsung pacu kuda di Payakumbuh.
Sementara itu, Ketua Harian Pordasi Kota Payakumbuh Mardion menyampaikan apresiasi kepada Sarga yang kembali memilih Kota Payakumbuh sebagai lokasi penyelenggaraan pacuan kuda tahun 2026.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Sarga atas kembali dipilihnya Kota Payakumbuh sebagai pelaksana pacuan kuda tahun 2026 ini,” ungkap Mardion.
Mardion juga memaparkan sejumlah kebutuhan teknis yang harus segera dipersiapkan. Di antaranya terkait jumlah personel yang akan dilibatkan dalam kegiatan serta rancangan biaya yang diperlukan untuk mendukung seluruh rangkaian pelaksanaan pacu kuda.
Dengan waktu yang semakin terbatas, koordinasi antara Pemerintah Kota Payakumbuh, Pordasi, Sarga.co dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat semakin intensif. Setiap kebutuhan penyelenggaraan diminta segera dituntaskan agar tidak mengganggu jalannya event.
Adapun proses drawing atau pengundian peserta pacu kuda direncanakan berlangsung pada 19 Agustus 2026. Setelah itu, seluruh peserta akan bersiap mengikuti event pacu kuda yang dijadwalkan digelar pada 23 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Payakumbuh berharap pacu kuda tahun ini berlangsung sukses dan mampu menjadi momentum kebangkitan kembali event budaya dan pariwisata tersebut. Jika berjalan baik, pacu kuda diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi benar-benar menjadi event tahunan yang dinanti masyarakat dan mampu mengangkat nama Payakumbuh sebagai salah satu daerah tujuan wisata berbasis budaya di Sumatera Barat. (tpk)






