Payakumbuh | tipikal.com – Stadion bergemuruh. Ribuan suporter bersorak histeris saat bola tendangan terakhir Tigo Kayo FC bersarang mulus di gawang Bimbel Galatama FC. Drama adu penalti yang menegangkan akhirnya mengantar Tigo Kayo FC keluar sebagai juara Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 usai menang 5-3, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal di Lapangan Kapten Tantawi, Selasa, (4/8/2026).
Kemenangan itu langsung disambut selebrasi pecah di tengah lapangan. Para pemain Tigo Kayo FC berlarian, berpelukan, bahkan sujud syukur, sementara ribuan pendukung yang memadati tribun dan sisi lapangan meluapkan kegembiraan atas keberhasilan tim kebanggaan mereka mengangkat trofi bergengsi tersebut.
Final bergengsi itu disaksikan langsung Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh, Ketua KONI Chairul Mufti, serta Ketua Askot PSSI Payakumbuh Diki Engla Mardianto.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan dan bermain terbuka, namun kokohnya pertahanan membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Bimbel Galatama FC mengejutkan publik. Pemain pengganti Januardi sukses memecah kebuntuan dan membawa timnya unggul 1-0, membuat pendukung Tigo Kayo FC sempat terdiam.
Namun Tigo Kayo FC menunjukkan mental juara. Tak mau menyerah, mereka menggempur pertahanan lawan tanpa henti hingga akhirnya Fachrial sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-72. Gol tersebut kembali membakar semangat ribuan suporter yang memenuhi Lapangan Kapten Tantawi.
Sisa pertandingan berubah menjadi duel terbuka. Kedua tim sama-sama memburu gol kemenangan. Beberapa peluang emas tercipta, tetapi tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol. Wasit pun beberapa kali mengeluarkan kartu kuning karena tingginya tensi pertandingan.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti yang membuat seluruh penonton menahan napas.
Drama langsung terjadi pada eksekusi pertama ketika penendang Bimbel Galatama FC gagal menjalankan tugasnya setelah bola melambung di atas mistar gawang. Sebaliknya, seluruh algojo Tigo Kayo FC tampil dingin dan tanpa cela.
Tendangan kelima menjadi penutup sempurna. Bola meluncur deras ke dalam gawang dan memastikan kemenangan Tigo Kayo FC dengan skor adu penalti 5-3. Seketika lapangan berubah menjadi lautan selebrasi.
Usai pertandingan, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyerahkan langsung trofi kepada tim juara. Ia mengucapkan selamat kepada Tigo Kayo FC sekaligus memberikan semangat kepada Bimbel Galatama FC agar bangkit pada kompetisi berikutnya.
“Selamat kepada Tigo Kayo FC atas pencapaian ini. Kepada Bimbel Galatama, jangan berkecil hati. Tetap semangat dan semoga menjadi yang terbaik pada event selanjutnya,” ujar Zulmaeta.
Ia menegaskan Piala Wali Kota Payakumbuh bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas UMKM selama turnamen berlangsung.
“Melalui turnamen seperti ini, kami berharap Payakumbuh dapat menjadi magnet bagi para pecinta olahraga. Kegiatan olahraga juga harus memberikan efek domino bagi pelaku UMKM sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak dan semakin tumbuh,” katanya.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Payakumbuh Diki Engla Mardianto mengapresiasi seluruh tim peserta, panitia, sponsor, Pemerintah Kota Payakumbuh, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Piala Wali Kota Payakumbuh 2026.
Trofi akhirnya resmi menjadi milik Tigo Kayo FC. Kemenangan dramatis lewat adu penalti itu bukan hanya menutup turnamen dengan penuh emosi, tetapi juga menjadi bukti bahwa sepak bola Payakumbuh terus hidup, berkembang, dan mampu menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat. (tpk)






