Di Hadapan Menteri Dan Kepala Daerah Lainnya, Wako Riza Falepi Sebut Sentra IKM Randang Sekelas Indofood

- Jurnalis

Rabu, 10 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Wali Kota Riza Falepi diundang oleh portal berita yang menjadi bagian dari Tribun Network dalam talkshow yang mengulas potensi usaha kecil menengah (UKM) menembus pasar internasional di Ball Room Hotel Santika Premier, Padang, Sumatera Barat, Rabu (10/08/22).

Talkshow TribunPadang.com bertema “Peran Pemerintah Kota dalam Membangun UKM Berorientasi Ekspor” itu menghadirkan pemateri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki sebagai keynote speakers serta Menteri Perdagangan Zilkifli Hasan.

Selain dua menteri, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi juga didapuk sebagai pembicara pada talkshow TribunPadang.com yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Selain Wali Kota Riza Falepi, wali kota lainnya di Sumatera Barat juga hadir sebagai narasumber dalam acara yang dipandu langsung oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra.

Tampak juga kepala daerah dari luar Sumatera Barat yakni Wali Kota Bogor yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Wali Kota Riza Falepi memaparkan Kota Payakumbuh merupakan kota yang pergerakan ekonominya didominasi oleh pelaky UMKM, usaha itu tersebar di setiap kecamatan. Brand Kota Payakumbuh sebagai Kota Randang adalah bentuk seriusnya Pemko untuk membantu pelaku usaha agar dapat menjual kuliner khas Minangkabau itu ke pasar dunia.

“Kita mencarikan solusi agar rendang diolah dengan standar yang benar, kalau untuk urusan berbisnis, orang Minang itu terkenal karena banyak yang jadi pengusaha, tak ditolong pun mereka sudah berjiwa pengusaha,” kata Riza didampingi Kepala Disnakerin Yunida Fatwa.

Tapi, menurut Riza, dapur pelaku IKM rendang saat itu tak memenuhi standar internasional untuk eksport. Karena bisnis internasional mengharuskan produk makanan bersertifikasi HACCP dan ISO 22000, disamping sertifikasi nasional seperti halal, SNI, dan izin edar.

“Orang yang membeli nanti tentu akan menelisik tempat produksinya, akan dilihat dapur pelaku IKM, orang luar negeri seperti Eropa dan Arab tentu tak ingin sembarangan beli produk, apalagi makanan,” kata Riza.

Riza bersyukur, semangat untuk membantu rumah produksi bersama yang memenuhi standar internasional disambut baik oleh kementerian perindustrian, Kota Payakumbuh kini telah memiliki Sentra IKM Rendang.

“Dapur di sentra IKM inilah yang dipakai oleh pengusaha rendang bersama koperasi Sentra Payo,” tukuknya.

Meski, kata Riza, untuk kini Kota Payakumbuh belum bisa mengekspor rendang daging, karena selain ribet, ada banyak hal yang perlu diperhatikan kalau terkait ekspor daging sapi olahan.

“Alhamdulillah bumbu pasta rendang tanpa daging yang diproduksi pelaku IKM rendang kami pun sangat diminati di luar negeri,” jelasnya.

Riza menyampaikan sempat akan ada kerja sama kontrak penyediaan rendang untuk jamaah haji pada 2020 untuk memasok ratusan ton rendang, tetapi batal karena adanya pandemi Covid-19.

“Sekarang pelaku IKM mulai bangkit, kemarin sudah ada pengiriman 1 ton ke Jerman dan ini juga menarik minat eksportir dari negara lain. Bahkan, beberapa penyelenggara umrah rajin datang ke Kota Payakumbuh untuk menjajaki kerja sama. Kami bersyukur sudah ada pabrik produksi sekelas Indofood,” pungkasnya. (tpk)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga
Labuah Gunuang Wakili Lima Puluh Kota dalam Penilaian Gerakan PKK Sumbar 2026

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Payakumbuh

BPK Bongkar Masalah Sampah Payakumbuh: TPA Masih Open Dumping, Risiko Metana Mengintai

Rabu, 16 Sep 2026 - 07:25 WIB

Opini

Pupuk Bersubsidi: Antara Swasembada dan Senyum Petani

Rabu, 16 Sep 2026 - 01:01 WIB