Wako Rida Ananda Bersama Bupati Safaruddin Ajak IDI Entaskan Stunting

- Jurnalis

Minggu, 30 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda tampak kompak mengikuti senam pagi bersama Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota yang berlokasi di Pusat Kota Payakumbuh, Minggu (30/10/22).

Senam bersama yang diikuti ratusan orang peserta tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke 72 di Kota Payakumbuh dan Lima Puluh Kota (Paliko).

Tampak hadir Sekdakab Liko Widya Putra dan jajaran, Kadis Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto dan jajaran, Pengurus IDI cabang Paliko, dan kader kesehatan.

Wako Rida Ananda saat diwawancara media mengajak IDI untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan di Indonesia utamanya dalam penanganan penyakit menular maupun tidak menular.

“Apa yang dilalui oleh dunia kesehatan saat ini mengajarkan kita untuk saling berkolaborasi. Itu penting, karena pemerintah tidak bisa sendiri, butuh gerakan bersama dari seluruh komponen bangsa, termasuk dari IDI,” kata Rida.

Rida juga menyebut, Pemko Payakumbuh turut berbangga hari ini adanya kegiatan positif oleh organisasi profesi, sangat ramai sekali dan meriah, untuk itu dia mengapresiasi atas ide dari IDI cabang Paliko.

“Artinya IDI hadir di tengah masyarakat, kondisi sekarang dibutuhkan kehadiran kita bersama-sama membangun kesehatan. Sesuai dengan tema berbakti untuk negeri, mengabdi untuk rakyat, satu IDI terus maju,” ujarnya.

Terkhusus, Rida berharap masalah stunting bisa dientaskan di Kota Payakumbuh, karena dari data yang ada di dinas kesehatan ada 18.000an anak berpotensi stunting, kendati demikian upaya pencegahan dan penindakan kasus terus gencar dilakukan.

“Di antara belasan ribu anak tersebut, yang sangat perlu menjadi perhatian saat ini ada 472 orang di Kota Payakumbuh, mereka dari keluarga tak mampu. Kami mohon juga bantuan IDI bersama-sama menjadi orang tua asuh anak-anak stunting itu. Karena pemberian makanan tambahan dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas dan Posyandu belum cukup,” kata Rida.

Rida menyampaikan, penyebab stunting bukan hanya karena kurangnya gizi yang dimakan saja, tapi pola hidup dan gaya hidup keluarga sang anak juga mempengaruhi. Dengan keterlibatan IDI menjadi orang tua asuh, mereka bisa memberi bantuan pembinaan dan pengawasan sesuai kode etik masing-masing.

“Saya selaku wali kota juga sudah minta kepala dinas menjadi bapak asuh. Kalau kita hitung di Kota Payakumbuh ini ada lebih dari 100 orang dokter, kalau 1 orang dokter angkat 1 anak asuh saja sudah banyak sekali terbantu membina masyarakat, tak hanya memberi makanan tambahan saja, tapi bisa memperhatikan bagaimana juga urusan sanitasi dan pola hidupnya. Kita ingin pada 2023-2024 masalah stunting sudah habis, termasuk kemiskinan ekstrim,” ujarnya.

Senada dengan Rida Ananda, Bupati Liko Safaruddin Dt Bandaro Rajo mengatakan membangun kesehatan adalah beban berat yang harus dilaksanakan oleh seluruh sektor, tak bisa oleh para dokter saja, pentingnya berkolaborasi dan bersinergi.

“Setinggi apapun kemampuan dokter mendeteksi penyakit, tapi masyarakat tidak sadar dengan menjaga pola hidup sehat, maka takkan ada yang berubah,” kata Bupati.

Safaruddin juga menegaskan secara nasional stunting adalah musuh bersama. Banyak inovasi negara kepada daerah dalam menangani stunting, ada penghargaan bagi yang sukses mengentaskannya, hingga hari ini stunting masih ada.

“Kami mengajak IDI untuk terus mengabdi bagi Liko dan Payakumbuh. Kita semua tidak boleh gengsi, apa saja resep, metode, dan inovasi yang dilakukan Kota Payakumbuh, dalam hal ini kita boleh cemburu, untuk kebaikan kita berlomba-lomba. Karena pada hari ini membangun Luak Limopuluah dengan berkolaborasi dan bersinergi,” ujarnya.

Bupati menegaskan, tugas pemda kepada setiap OPD adalah dengan mengeroyok stunting yang menjadi musuh bersama. Pastikan penyuluhan dan edukasi terus dilaksanakan kepada masyarakat, yang penting bukan mereka pergi berobat, tapi rajin memeriksakan diri ke Puskesmas setempat.

“Kadis kesehatan kami minta terus monitor berapa kunjungan masyarakat di puskesmas yang datang memeriksakan kesehatannya. Kita harap ini sampai ke tingkat jorong, agar layanan pemerintah terus didapatkan masyarakat,” pungkasnya. (tpk)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga
Labuah Gunuang Wakili Lima Puluh Kota dalam Penilaian Gerakan PKK Sumbar 2026

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Payakumbuh

BPK Bongkar Masalah Sampah Payakumbuh: TPA Masih Open Dumping, Risiko Metana Mengintai

Rabu, 16 Sep 2026 - 07:25 WIB

Opini

Pupuk Bersubsidi: Antara Swasembada dan Senyum Petani

Rabu, 16 Sep 2026 - 01:01 WIB