Rapat Dengan Insan Pendidikan, Wali Kota Sampaikan Hal Ini

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, tipikal.com — Sehubungan dengan telah keluarnya keputusan Gubernur Sumatera Barat tantang kebijakan masuk sekolah, hanya 6 kota/kabupaten di Sumbar yang kembali ke sekolah mulai 13 Juli 2020. Sementara untuk Pemerintah Kota Payakumbuh belum membolehkan tatap muka atau masuk sekolah diberlakukan.

Wali Kota Riza Falepi rapat bersama jajaran pendidikan di Aula Randang Lantai II Balaikota, Kamis (9/7). Turut hadir Kacabdisdikwil IV Sumbar Asricun, Sekda Rida Ananda, Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Kadis Pendidikan Agustion, Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal, Kalaksa BPBD Yufnani Away, serta Kepala SMA/SMK, se Kota Payakumbuh.

Wako Riza Falepi menyampaikan ini adalah tugasnya sebagai kepala daerah mengerjakan persoalan yang seharusnya menjadi konsentrasi seluruh pihak saat ini, bagaimana menekan penyebaran wabah Covid-19.

“Kalau dibilang tingkat kehati-hatian kita berlebihan? Boleh dikatakan iya. Namun ini kebijakan masing-masing kepala daerah. Rapat hari ini menentukan bagaimana pola koordinasinya tentang kebijakan sekolah di tengah pandemi ini dibangun, perkembangannya harus kita ikuti,” kata Riza Falepi.

Sebagai ketua tim gugus tugas, Riza menegaskan secara wewenang, kebijakan bagi SD dan SMP memang dikontrol penuh Pemerintah Kota, meski SMA adalah kewenangan provinsi, secara teritorial Riza menegaskan selaku wali kota itu menjadi urusannya. Karena anak-anak yang bersekolah SMA dan SMK di Payakumbuh adalah warganya.

“Mari kita menyamakan persepsi, Payakumbuh ingin mengikuti standar penanganan kesehatan Covid-19 seperti negara maju. Meski tak seperti Amerika dan Jepang, namun mendekati lah, kita tidak mau kendor melawan Covid-19 ini. Aturan sudah ada, maka rapat kali ini dibuatlah diskusi lebih lanjut bagaimana mendudukkannya bersama,” kata Riza.

Selain itu, Riza menyampaikan selagi anak-anak belajar daring dari rumah, biaya kuota internet atau pulsa menjadi salahsatu kendala yang dikeluhkan wali murid.

“Saya ingin membantu menyediakan secara gratis pulsa bagi anak sekolah nanti lewat lurah, nanti kita carikanlah regulasinya gimana,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal mengatakan dewasa ini, ada orang yang takut dengan Covid-19 dan ada yang ‘bagak’ dengan Covid-19, dan itu wajar. Namun Bakhrizal menerangkan melihat kasus di kota lain, ada satu keluarga meninggal. Di Payakumbuh alhamdulillah 20 kasus, tidak ada yang meninggal. Beruntungnya virus tidak seganas di Surabaya yang beruntun semuanya.

“Di pengambil kebijakan, kita lebih care atau peduli. Potensi, usia 50 tahun keatas beresiko kematian, apalagi orang-orang yang dengan penyakit penyerta gejala Covid-19. Jangan sampai ada yang meninggal perdana di kita akibat Covid-19,” ujar dokter Bek.

Di sisi lain, Makziwel, Kepala SMAN 4 Payakumbuh menyampaikan harapan bagaimana nanti apakah dibutuhkan petugas medis yang tau penanganan Covid-19 di sekolah, karena saat ini umumnya SMA sudah punya ruang UKS yang standarnya bagus.

Kepala sekolah lainpun setuju bila ada petugas UKS dari profesional yang akan ditugaskan, sekolahpun siap menggaji mereka.

“Tentu ini bagus untuk membimbing anak-anak bagaimana menerapkan aturan protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19 saat nanti sudah masuk sekolah,” kata kepala sekolah lainnya. (*)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga
Labuah Gunuang Wakili Lima Puluh Kota dalam Penilaian Gerakan PKK Sumbar 2026

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Payakumbuh

BPK Bongkar Masalah Sampah Payakumbuh: TPA Masih Open Dumping, Risiko Metana Mengintai

Rabu, 16 Sep 2026 - 07:25 WIB

Opini

Pupuk Bersubsidi: Antara Swasembada dan Senyum Petani

Rabu, 16 Sep 2026 - 01:01 WIB