Zulmaeta Soroti Ancaman Era Digital, Madrasah Diminta Jadi Benteng Moral Generasi Muda

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital dinilai membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Pemerintah Kota Payakumbuh mendorong madrasah tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga menjadi benteng moral, spiritual, dan karakter generasi muda.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menegaskan, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan keimanan, akhlak, dan pendidikan karakter. Jangan sampai generasi muda menjadi semakin melek teknologi, tetapi justru kehilangan pegangan dalam menyikapi perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Elzadaswarman saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu, (9/9/2026).

Menurutnya, era digital membuat peserta didik menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Informasi yang begitu mudah diakses tidak seluruhnya membawa dampak positif, sementara pengaruh pergaulan modern juga semakin sulit dibendung.

“Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring,” ujar Elzadaswarman.

Ia menilai madrasah tidak boleh tertinggal oleh perubahan teknologi. Digitalisasi pembelajaran harus terus didorong agar peserta didik memiliki kemampuan beradaptasi dan daya saing menghadapi masa depan.

Namun, kata dia, penguasaan teknologi tidak boleh berjalan tanpa fondasi karakter. Kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi keimanan, ketakwaan, serta akhlakul karimah agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Karena itu, Elzadaswarman menegaskan peran kepala madrasah tidak sebatas mengurus administrasi dan menjalankan manajemen kelembagaan. Kepala madrasah dituntut menjadi motor perubahan, pengarah inovasi pembelajaran, sekaligus penjaga kualitas karakter peserta didik.

“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” katanya.

Ia mengatakan peningkatan kualitas madrasah tidak mungkin hanya dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, kepala madrasah, guru, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu arah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar berbagai kebijakan pendidikan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan yang dirasakan peserta didik.

Elzadaswarman juga menyebut Rakor KKMTs menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi antarmadrasah, menyamakan persepsi, sekaligus merumuskan strategi menghadapi berbagai tantangan pendidikan di tengah perubahan zaman.

“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai tuan rumah Rakor KKMTs tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Yarisman, kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, bertukar gagasan, sekaligus menyamakan persepsi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Ia menegaskan MTsN 2 Kota Payakumbuh siap mendukung pelaksanaan rakor agar menghasilkan keputusan dan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah.

Rakor selanjutnya diisi dengan pembahasan dan diskusi teknis yang melibatkan para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. (tpk)

Berita Terkait

Khatam Al-Quran ke-28 Raudhatul Jannah, Elzadaswarman Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Operasi Patuh Singgalang 2026 Digelar, Pemko Payakumbuh Dorong Disiplin Pengendara dan Tekan Kecelakaan
Payakumbuh Gembleng 35 Calon Kepala Sekolah, Mutu Pendidikan Jadi Target
Hari Santri 2026, Elzadaswarman Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Berkontribusi bagi Bangsa
Cabai Merah Rp50 Ribu per Kilogram Jadi Incaran Warga di Gerakan Pangan Murah Payakumbuh
Lima Mobil Damkar Dikerahkan, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Pakan Selasa
49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan Kemensos, dari Kaki Palsu hingga Modal Usaha
115 Tenaga Konstruksi Payakumbuh Ikuti Uji Kompetensi, Pemko Tekankan Mutu dan Keselamatan Kerja

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Khatam Al-Quran ke-28 Raudhatul Jannah, Elzadaswarman Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Operasi Patuh Singgalang 2026 Digelar, Pemko Payakumbuh Dorong Disiplin Pengendara dan Tekan Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Payakumbuh Gembleng 35 Calon Kepala Sekolah, Mutu Pendidikan Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Hari Santri 2026, Elzadaswarman Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Berkontribusi bagi Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Cabai Merah Rp50 Ribu per Kilogram Jadi Incaran Warga di Gerakan Pangan Murah Payakumbuh

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Upacara, Zulmaeta Dorong Generasi Muda Bergerak

Rabu, 28 Okt 2026 - 07:58 WIB