Pj Wako Payakumbuh Terus Upayakan Solusi Atasi Tumpukan Sampah

- Jurnalis

Rabu, 3 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com -– Permasalahan sampah yang terjadi di Kota Payakumbuh akibat bencana longsor di TPA Regional Payakumbuh, mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah di beberapa titik pembuangan sampah di Payakumbuh.

Mengantisipasi permasalahan darurat sampah yang terjadi di Payakumbuh agar masyarakat tetap nyaman, Pemko Payakumbuh terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hal tersebut.

“Dengan kondisi tumpukan sampah yang sudah sangat luar biasa, beberapa waktu lalu kami membuang sampah ke TPA Kota Sawahlunto. Namum karena terjadi longsor juga, kita tidak bisa membuang sampah disana karena dikhawatirkan akan membahayakan petugas kita,” kata Pj Wali Kota Payakumbuh Jasman di ruang kerjanya, Rabu (3/01/24).

Jasman mengatakan, melihat kondisi itu, bersama jajarannya ia terus berupaya keras untuk mencarikan solusi agar masalah sampah di Payakumbuh bisa terselesaikan.

“Kita terus berkoordinasi dengan Kabupaten/ Kota lain untuk bersedia menampung sampah dari Kota Payakumbuh. Dan sejak 29 Desember lalu kita telah mengirimkan 15 truk sampah untuk pertama kalinya ke TPA Aia Dingin Padang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam situasi normal, Kota Payakumbuh membuang sampah ke TPA Regional Payakumbuh 2 kali sehari, siang dan malam hari.

Dengan kondisi saat ini, dimana Kota Payakumbuh harus membuang sampah ke TPA Aia Dingin Padang, maka maksimal pengiriman sampah hanya 1 kali dalam sehari dengan jumlah sampah 15-16 truk, sehingga terjadi perlambatan dalam alur pengambilan sampah di jalan-jalan.

“Kondisi ini bukan hanya karena jarak tempuh yang jauh, tetapi tidak semua armada truk kita bisa berangkat ke Padang, dikarenakan masalah kondisi kelayakan kendaraan dan keselamatan petugas,” jelasnya.

“Dan kami akan terus berupaya agar permasalah sampah di Kota Payakumbuh bisa segera teratasi,” tukuknya.

Jasman menyebut, sesuai dengan instruksi Wali Kota Payakumbuh, becak motor kelurahan tidak lagi mengambil sampah-sampah rumah tangga yang belum terpilah.

Disatu sisi tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan masih sangat rendah, sehingga terjadi penumpukan sampah oleh masyarakat di jalan-jalan terutama jalan utama.

“Melihat kondisi ini, upaya yang dilakukan petugas kita dilapangan yang tampa mengenal waktu dan cuaca, seakan-akan tidak ada artinya, karena masifnya pembuangan sampah oleh masyarakat kita,” ujarnya.

“Makanya kami minta kepada masyarakat agar memilah sampah rumah tangganya sebelum membuang ke tempat sampah. Kalau bukan kita yang berbuat untuk kebaikan Kota Payakumbuh, siapa lagi,” pungksnya. (tpk)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga
Labuah Gunuang Wakili Lima Puluh Kota dalam Penilaian Gerakan PKK Sumbar 2026

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH

Berita Terbaru

Opini

Pupuk Bersubsidi: Antara Swasembada dan Senyum Petani

Rabu, 16 Sep 2026 - 01:01 WIB

Hobby/Otomotif

Menang Telak, Filius Chandra Nahkodai XOS Sumatera 2026-2029

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:15 WIB