Padang | tipikal.com – Pemerintah Kota Payakumbuh tancap gas merealisasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) 2026 senilai Rp116,97 miliar. Sejumlah proyek fisik yang dibiayai anggaran tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026.
Percepatan realisasi anggaran menjadi perhatian Pemko Payakumbuh menyusul rendahnya penyerapan tambahan TKD di Sumatera Barat. Hingga 17 Juli 2026, realisasi dari total alokasi Rp2,617 triliun untuk Sumbar baru mencapai 7,8 persen.
Komitmen percepatan itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Padang, Selasa, (21/7/2026).
Rida mengatakan tambahan TKD untuk Payakumbuh telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026. Pemko Payakumbuh pun langsung menggerakkan 20 perangkat daerah untuk mempercepat seluruh tahapan pelaksanaan program.
“Tambahan TKD ini telah ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 9 Tahun 2026 sejak 13 Mei 2026. Kami melibatkan 20 perangkat daerah agar seluruh tahapan pelaksanaan dapat bergerak secara bersamaan,” kata Rida.
Menurut Rida, anggaran tersebut dimanfaatkan sesuai arahan pemerintah pusat dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ. Karena Payakumbuh tidak terdampak langsung bencana, penggunaannya diprioritaskan untuk mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, penanaman pohon, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, serta dukungan bagi daerah yang terdampak bencana.
Proses pengadaan barang dan jasa kini telah berjalan. Sejumlah kegiatan memasuki tahap mini kompetisi dan reviu Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).
Sementara untuk pekerjaan fisik, pelaksanaan kontrak ditargetkan mulai bergulir pada pekan kedua hingga pekan keempat Agustus 2026.
“Sejak penetapan anggaran, seluruh perangkat daerah langsung bergerak menyiapkan proses pengadaan sesuai peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan kegiatan tidak mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Rida optimistis seluruh program dapat dituntaskan sesuai target. Percepatan realisasi tambahan TKD dinilai penting agar anggaran yang telah disiapkan pemerintah segera berubah menjadi program dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota tidak memperlambat penyerapan tambahan TKD. Menurutnya, percepatan pelaksanaan kegiatan sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan pascabencana dan memperkuat ketahanan daerah.
“Infrastruktur menjadi sektor dengan alokasi terbesar, namun realisasinya masih rendah. Karena itu seluruh pemerintah daerah perlu mempercepat pelaksanaan kegiatan agar pemulihan pascabencana berjalan sesuai target,” kata Mahyeldi.
Ia menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemko Payakumbuh memastikan percepatan realisasi Rp116,97 miliar tambahan TKD akan terus dikawal. Dengan dimulainya sejumlah pekerjaan fisik pada Agustus, pemerintah daerah berharap anggaran tersebut segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat mitigasi bencana, infrastruktur, pelayanan publik, dan ketahanan ekonomi daerah. (tpk)






