Payakumbuh | tipikal.com — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melontarkan peringatan keras terhadap praktik pungutan liar dalam setiap proyek pembangunan yang dibiayai uang negara. Pesannya tegas: jangan sentuh anggaran pembangunan untuk kepentingan di luar peruntukannya.
“Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Anggaran yang telah disediakan harus benar-benar digunakan untuk pembangunan dan sebesar-besarnya memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegas Zulmaeta saat meninjau sejumlah pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Payakumbuh, Selasa, (1/9/2026).
Peringatan tersebut disampaikan langsung di tengah pelaksanaan proyek, saat Zulmaeta turun melihat kondisi pekerjaan di sejumlah titik. Sejumlah pembangunan diperiksa, mulai dari peningkatan jalan, pembangunan tanggul hingga pembangunan gedung.
Bagi Zulmaeta, proyek pemerintah tidak boleh berhenti pada sekadar mengejar serapan anggaran atau menyelesaikan pekerjaan secara administratif. Uang rakyat harus melahirkan pekerjaan yang benar, berkualitas, tepat waktu dan memberikan manfaat yang nyata.
Karena itu, ia meminta seluruh pelaksana pekerjaan bekerja sesuai perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Kualitas konstruksi juga menjadi perhatian serius.
“Pelaksana pekerjaan harus benar-benar memperhatikan kualitas pekerjaan yang dibangun. Pekerjaan juga harus selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.
Bukan Sekadar Habiskan Anggaran
Zulmaeta menegaskan ukuran keberhasilan pembangunan bukan seberapa besar anggaran yang terserap, melainkan seberapa besar manfaat yang kembali kepada masyarakat.
Setiap proyek, baik bernilai besar maupun kecil, menurutnya harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
“Pada akhirnya, pembangunan ini harus bisa dirasakan oleh masyarakat. Baik pekerjaan besar maupun kecil, semuanya harus memberikan manfaat dan mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pelaksanaan pembangunan agar tidak menjadikan proyek pemerintah sebagai ruang mencari keuntungan di luar mekanisme yang dibenarkan.
Prinsipnya sederhana: anggaran untuk pembangunan harus kembali menjadi pembangunan.
Dinas PU Diminta Tak Lengah
Kepala Dinas PU Kota Payakumbuh Muslim memastikan pengawasan terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan akan diperkuat.
Menurutnya, pengawasan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak, memenuhi standar kualitas, selesai tepat waktu dan menggunakan anggaran secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Arahan Bapak Wali Kota menjadi perhatian kami, terutama dalam memastikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, dan pemanfaatan anggaran secara maksimal untuk kepentingan masyarakat,” ujar Muslim.
Dinas PU, kata Muslim, juga meminta seluruh penyedia jasa dan pelaksana pekerjaan mematuhi ketentuan yang berlaku serta bertanggung jawab terhadap kualitas hasil pembangunan.
“Kami ingin memastikan setiap pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berkualitas, tepat sasaran, dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat Payakumbuh,” pungkasnya.
Pengawasan langsung Wali Kota tersebut menegaskan satu garis kebijakan Pemerintah Kota Payakumbuh: proyek pemerintah bukan sekadar urusan beton, aspal dan bangunan, tetapi menyangkut amanah uang rakyat.
Dan terhadap amanah itu, Zulmaeta menegaskan, tidak boleh ada pungli, tidak boleh ada pekerjaan asal jadi, dan tidak boleh ada anggaran yang kehilangan manfaat sebelum sampai kepada masyarakat. (tpk)






