Payakumbuh | tipikal.com — Pemerintah Kota Payakumbuh menyiapkan langkah strategis dalam mengoptimalkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp116,96 miliar yang dialokasikan pemerintah pusat. Dana tersebut akan difokuskan untuk memperkuat mitigasi bencana, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan usai Pemerintah Kota Payakumbuh mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi Bantuan Keuangan ke Daerah Bencana di Sumatera yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Jumat, (12/6/2026). Dalam rapat yang berlangsung secara virtual itu, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta diwakili Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan tambahan anggaran kepada sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan dampak bencana serta memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Menurut Tito, dukungan pemerintah pusat tersebut tidak hanya ditujukan untuk pemulihan wilayah terdampak bencana, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan daerah yang tidak terdampak secara langsung agar tetap mampu menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik.
Dalam kesempatan itu, Tito juga mengapresiasi pemerintah daerah yang menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap daerah lain yang sedang menghadapi bencana.
“Terima kasih kepada kepala daerah yang telah menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu daerah terdampak bencana. Bantuan seperti ini sangat berarti untuk mempercepat pemulihan masyarakat,” ujar Tito.
Sesuai arahan pemerintah pusat, tambahan TKD tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai program prioritas, mulai dari mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, rehabilitasi lingkungan melalui penanaman pohon, bantuan keuangan bagi daerah terdampak bencana, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, pembangunan dan pemeliharaan sarana-prasarana, hingga dukungan relokasi serta pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana.
Bagi masyarakat Kota Payakumbuh, tambahan anggaran tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta terciptanya iklim ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain menerima tambahan dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Payakumbuh juga menunjukkan komitmen solidaritas antardaerah dengan menyalurkan bantuan keuangan masing-masing sebesar Rp1 miliar kepada Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang terdampak bencana.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang memberikan tambahan TKD kepada daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui tambahan Transfer ke Daerah. Dukungan ini akan kami optimalkan untuk memperkuat ketahanan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi warga,” katanya.
Menurut Elzadaswarman, kebijakan pemerintah pusat tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun daerah yang tangguh terhadap berbagai risiko bencana sekaligus mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan tambahan anggaran akan dilakukan secara efektif, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Arahan Bapak Menteri menjadi perhatian serius bagi kami. Tambahan anggaran yang diberikan pemerintah pusat akan segera kami tindak lanjuti sesuai prioritas yang telah ditetapkan. Sementara bantuan keuangan yang kami salurkan kepada daerah terdampak merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong antardaerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Elzadaswarman menilai bahwa bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha maupun masyarakat.
Karena itu, ia berharap sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan kebencanaan di masa depan.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana. Di saat yang sama, tambahan TKD yang diterima Kota Payakumbuh juga akan menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut diikuti gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi penanganan bencana serta percepatan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. (tpk)






