Payakumbuh | tipikal.com — Menyerap aspirasi masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi dan seremonial. Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, memilih pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dengan turun langsung berbaur bersama warga di Masjid Al Mutawahidah, Kelurahan Talawi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Selasa malam (20/01/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan jelang pelaksanaan khatam Alquran. Wirman Putra hadir bersama Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman, berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa sekat formalitas.
Di sela kegiatan, Ketua DPRD memanfaatkan suasana santai untuk mendengar langsung berbagai keluhan dan harapan warga. Dialog berlangsung cair dan terbuka, sehingga masyarakat lebih leluasa menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain terkait ketertiban pedagang yang berjualan di badan jalan, kondisi jalan setapak lingkungan, serta keterbatasan akses pupuk bagi petani, khususnya petani yang belum tergabung dalam kelompok tani.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menegaskan bahwa mendengar aspirasi masyarakat merupakan kewajiban DPRD sebagai wakil rakyat, baik secara moral maupun kelembagaan.
“Bagi kami di DPRD, mendengar aspirasi masyarakat adalah kewajiban. Tidak harus selalu melalui rapat resmi. Justru di ruang kebersamaan seperti ini, aspirasi warga lebih jujur dan apa adanya. Semua masukan akan kami catat dan kawal agar mendapat perhatian dalam kebijakan dan penganggaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur lingkungan dan sektor pertanian, harus menjadi perhatian bersama. DPRD, menurutnya, siap berkolaborasi dengan pemerintah kota agar solusi yang dihasilkan benar-benar dirasakan masyarakat.
Kehadiran Ketua DPRD bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat menilai pendekatan dialogis ini menciptakan rasa kedekatan dan meningkatkan kepercayaan terhadap penyelenggara pemerintahan.
Malam itu, Masjid Al Mutawahidah tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang aspirasi rakyat, mencerminkan peran DPRD yang hadir secara nyata dan dekat dengan masyarakat. (tpk)






