Payakumbuh | tipikal.com — Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong penguatan pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menghadiri perayaan Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Iqra’ MDTA Nurul Iman di Kelurahan Ibuh, Senin, (22/6/2026).
Menurut Elzadaswarman, khatam Al-Qur’an bukan sekadar penanda kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk terus memperdalam pemahaman agama dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini adalah awal bagaimana ke depan anak-anak kita bisa lebih mendalami Al-Qur’an dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Karena itu, orang tua diharapkan terus memberikan perhatian dan pendampingan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
“Kepada orang tua, mari kita persiapkan anak-anak kita menjadi calon-calon pemimpin di masa yang akan datang dengan akhlak yang mulia,” katanya.
Elzadaswarman mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena sejalan dengan program Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membina generasi muda yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat melalui terciptanya lingkungan yang harmonis serta meningkatnya penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi yang semakin cepat menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan moral generasi muda. Oleh sebab itu, pendidikan agama harus terus diperkuat sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif.
“Dengan cepatnya perkembangan teknologi, kita harus membentengi anak-anak kita dengan pendidikan agama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Elzadaswarman menilai pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, niniak mamak, tokoh agama, serta seluruh unsur masyarakat.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah, tapi juga orang tua, niniak mamak, guru, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga berpesan kepada para peserta khatam agar tidak berhenti belajar Al-Qur’an setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat MDTA, melainkan terus meningkatkan pemahaman agama sebagai bekal menghadapi masa depan.
Sementara itu, Pengurus MDTA Masjid Nurul Iman, Delna Fitri, mengatakan kegiatan khatam Al-Qur’an tahun ini diikuti 21 peserta yang terdiri dari tujuh laki-laki dan 14 perempuan. Selain itu, delapan peserta lainnya mengikuti wisuda iqra’.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Payakumbuh yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah. (tpk)






