Lima Puluh Kota | tipikal.com – Memasuki usia ke-81, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperkuat perannya sebagai garda kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana, pelayanan donor darah hingga aksi pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lima Puluh Kota sekaligus Ketua PMI Kabupaten Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, saat memimpin Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Lima Puluh Kota, Sarilamak, Jumat, (9/10/2026).
Dalam amanatnya, Wabub Rito menegaskan bahwa kemanusiaan bukan sekadar rasa iba, melainkan kesediaan untuk hadir, bergerak, dan memberikan pertolongan tanpa membedakan latar belakang orang yang membutuhkan bantuan.
Selama 81 tahun, menurutnya, PMI telah menjadi bagian penting dari perjalanan kemanusiaan bangsa Indonesia. Kehadiran PMI dibutuhkan ketika bencana melanda, ketika masyarakat memerlukan darah, serta saat sesama manusia membutuhkan uluran tangan.
Ia menyebutkan, tema HUT ke-81 PMI tahun ini, “Peduli, Bergerak, Bersama”, mengandung pesan mendalam yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan peringatan tahunan.
Nilai pertama, Peduli, merupakan awal dari pengabdian kemanusiaan. Kepedulian dapat diwujudkan melalui donor darah, membantu korban bencana, maupun memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Nilai kedua, Bergerak, menegaskan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti sebagai niat. PMI harus terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, memperkuat pelayanan donor darah, meningkatkan kapasitas relawan, serta memastikan pertolongan diberikan secara cepat dan tepat.
Sementara itu, nilai ketiga, Bersama, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Gerakan kemanusiaan membutuhkan sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas.
Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota, Rito mengajak seluruh jajaran PMI untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana, meningkatkan pelayanan donor darah, membina generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR), serta memperluas edukasi kemanusiaan hingga ke tengah masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan PMI tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“PMI harus hadir bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga sebelum bencana datang, saat masyarakat membutuhkan pertolongan, dan setelah keadaan darurat berlalu,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Rito turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan, pendonor darah, anggota PMR, pengurus, serta mitra PMI yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu sesama.
Ia mengingatkan para relawan agar tetap teguh dalam pengabdian, meskipun tidak selalu terlihat dan tidak selalu mendapatkan pujian. Menurutnya, nilai sejati sebuah pengabdian terletak pada manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Rito juga mengajak masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota menjadikan kepedulian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya menolong sesama, tidak harus menunggu bencana datang dan tidak pula harus menjadi relawan terlebih dahulu.
“Kepedulian adalah awal pengabdian, gerakan adalah wujud kepedulian, dan kebersamaan adalah kekuatan kemanusiaan,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Rito menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 PMI Tahun 2026. Ia berharap PMI semakin profesional, tangguh, dan dipercaya masyarakat, serta terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota. (tpk)






