Padang Pariaman | tipikal.com — Kota Payakumbuh merebut medali emas cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 setelah menumbangkan Kota Sawahlunto dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Utama Sumatera Barat, Padang Pariaman, Rabu, (14/10/2026).
Sempat tertinggal lebih dulu, skuad Kota Randang menunjukkan mental juara dengan bangkit menyamakan kedudukan pada babak kedua sebelum memastikan kemenangan dramatis lewat gol Nabil pada menit ke-112. Hasil ini mengukuhkan Payakumbuh sebagai penguasa tertinggi sepak bola pada ajang olahraga multievent terbesar di Sumatera Barat tersebut.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Sawahlunto lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-32 setelah memanfaatkan kesalahan pemain Payakumbuh dalam menguasai bola di lini tengah.
Kehilangan bola tersebut membuka ruang bagi Sawahlunto untuk melancarkan serangan balik cepat. Pergerakan tiga pemain menuju pertahanan Payakumbuh membuat barisan belakang lawan kewalahan sebelum sebuah tendangan mendatar berhasil menaklukkan penjaga gawang Payakumbuh.
Tertinggal 0-1, Payakumbuh tidak kehilangan kepercayaan diri. Anak asuh pelatih kepala Zulka Hendra justru meningkatkan intensitas serangan melalui kombinasi permainan lini tengah dan kedua sisi sayap.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi rapatnya pertahanan Sawahlunto dan penampilan apik penjaga gawang lawan membuat Payakumbuh belum mampu menyamakan kedudukan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Payakumbuh tampil lebih agresif. Zulka Hendra meminta anak asuhnya memperlebar permainan dan terus menekan pertahanan lawan.
Usaha tersebut sempat membuahkan gol melalui Nabil pada menit ke-64. Namun, gol itu dianulir wasit karena posisi offside sehingga Payakumbuh harus kembali melanjutkan perjuangan dalam keadaan tertinggal.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73. Berawal dari serangan yang dibangun dari sisi kiri, bola dialirkan ke sisi kanan sebelum diteruskan melalui umpan ke area depan gawang Sawahlunto.
Agiv yang berada dalam posisi tepat langsung menyambar bola dengan tendangan keras. Jala gawang Sawahlunto bergetar dan skor berubah menjadi 1-1.
Kedudukan imbang bertahan hingga waktu normal berakhir. Kedua tim pun harus melanjutkan pertandingan melalui babak perpanjangan waktu selama 2 x 15 menit.
Pada fase ini, pertandingan berlangsung semakin ketat. Kedua kesebelasan berusaha mencari gol penentu di tengah tekanan dan stamina yang mulai terkuras.
Momen penentu kemenangan Payakumbuh akhirnya hadir pada menit ke-112. Pelanggaran pemain Sawahlunto di sisi kanan luar kotak penalti memberikan peluang tendangan bebas bagi Payakumbuh.
Lintar, pemain bernomor punggung 19, dipercaya mengeksekusi bola mati tersebut. Tendangannya mengarah ke depan gawang dan memicu kemelut ketika Nabil berusaha menyambut bola, sementara penjaga gawang Sawahlunto bergerak keluar untuk mengamankannya.
Bola gagal dikuasai dengan sempurna oleh kiper dan terlepas di area berbahaya. Nabil yang berada di dekatnya bergerak cepat menyambar bola menggunakan paha hingga si kulit bundar masuk ke gawang.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus membawa Payakumbuh berbalik unggul. Hingga pertandingan berakhir, keunggulan itu mampu dipertahankan dan memastikan medali emas menjadi milik Kota Randang.
Pelatih kepala Payakumbuh, Zulka Hendra, mengapresiasi mentalitas dan daya juang para pemain yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu.
Ia mengakui kesalahan di lini tengah yang berujung gol pertama Sawahlunto menjadi evaluasi penting. Namun, respons para pemain yang tetap menjaga intensitas serangan menjadi kunci keberhasilan Payakumbuh menyamakan kedudukan dan memastikan kemenangan.
“Awalnya memang mengecewakan karena kebobolan akibat kesalahan sendiri. Namun, saya bangga anak-anak tidak kehilangan semangat. Mereka terus berjuang, menekan lawan, dan menunjukkan kemauan kuat untuk menang. Gol Agiv lahir dari kesabaran, sedangkan gol Nabil memastikan Payakumbuh menjadi juara,” ujar Zulka.
Kebahagiaan juga dirasakan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, yang menyaksikan langsung pertandingan dari tribun VVIP. Ia hadir mewakili Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta.
Rida menilai kemenangan tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah para atlet yang tetap berjuang meski sempat berada dalam posisi tertinggal.
“Mewakili Bapak Wali Kota, kami sangat bangga dengan mentalitas yang ditunjukkan anak-anak. Mereka tidak menyerah setelah kebobolan, justru terus berjuang hingga mampu membalikkan keadaan. Ini kemenangan yang membanggakan bagi masyarakat Payakumbuh sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan olahraga,” kata Rida.
Usai pertandingan, prosesi pengalungan medali menjadi penutup perjuangan skuad Payakumbuh di partai final tersebut.
Dengan kemenangan 2-1 atas Sawahlunto, Payakumbuh berhak membawa pulang medali emas sepak bola Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Sementara itu, Sawahlunto memperoleh medali perak, sedangkan medali perunggu diraih Kabupaten Tanah Datar.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi kontingen Payakumbuh sekaligus menambah kebanggaan masyarakat Kota Randang atas perjuangan para atletnya di Porprov Sumbar 2026. (tpk)






