Payakumbuh | tipikal.com — Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menekankan pentingnya penguatan pendidikan moral dan keimanan bagi generasi muda saat menjadi pembina upacara bendera di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Senin, (04/5/2026).
Dalam amanatnya, Elzadaswarman menyampaikan bahwa penguatan karakter melalui pendidikan moral dan keimanan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi dan misi Wali Kota Zulmaeta bersama dirinya, yakni “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif”.
Ia menyoroti kondisi lingkungan saat ini yang dinilai menuntut perhatian serius dalam pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, fenomena anak-anak yang masih berkeliaran di luar rumah pada waktu magrib menjadi salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Kondisi lingkungan saat ini menuntut kita semua untuk lebih serius dalam membangun karakter anak-anak. Ancaman itu nyata, bahkan saat waktu magrib kita masih melihat anak-anak berkeliaran bebas,” ujar Elzadaswarman.
Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku menyimpang pada generasi muda merupakan tantangan serius yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah, sekolah, dan orang tua. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap masa depan anak-anak.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar bergandengan tangan dalam mencegah berbagai bentuk penyimpangan melalui penguatan pendidikan agama serta nilai-nilai budaya.
“Peningkatan keimanan dan kebudayaan menjadi kunci. Pendidikan agama saat ini sangat penting untuk membentuk karakter dan menjadi benteng bagi anak-anak kita,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman juga mengapresiasi capaian MTsN 2 Payakumbuh yang baru-baru ini menggelar Haflah Tahfizhul Quran Angkatan XVIII. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam nilai keagamaan.
“Ini bukti nyata bahwa Payakumbuh melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menghidupkannya dalam hati serta karakter sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap program tahfizh Al-Qur’an dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya di Payakumbuh.
“Al-Qur’an di hati, karakter dalam diri, langkah pasti menuju masa depan Qur’ani. Ini fondasi penting untuk membangun Payakumbuh yang berkah,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong pihak sekolah untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sarana edukasi produktif. Kegiatan bercocok tanam dinilai dapat melatih kemandirian siswa sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekolah.
Di akhir amanatnya, Elzadaswarman berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi berkualitas dan calon pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah.
“Kami berharap anak-anak ini kelak menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas dan membawa kemajuan bagi masyarakat,” pungkasnya. (tpk)






