Dari Batang Sikali, Warga Tiaka Bangun Solidaritas Lewat Lomba Mancing

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Lomba mancing ikan larangan yang digelar masyarakat Kenagarian Tiaka di sepanjang aliran Batang Sikali tidak sekadar menjadi ajang menyalurkan hobi, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan serta memperkuat solidaritas sosial antarwarga. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, Sabtu, (31/01/2026).

Lomba mancing ini dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu rangkaian kegiatan, dengan frekuensi satu kali setiap pekan, dan rutin digelar tiga kali dalam setahun.

Dalam sambutannya, Hurisna Jamhur menilai kegiatan sederhana seperti lomba mancing ikan larangan memiliki makna sosial yang penting bagi kehidupan bermasyarakat.

Kebersamaan tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Ia tumbuh dari ruang-ruang sederhana, ketika warga mau berkumpul, saling menyapa, dan menyadari bahwa mereka berbagi ruang hidup yang sama,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa konsep ikan larangan mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan saat ini.

Ikan larangan mengajarkan kita untuk menahan diri dan menjaga alam. Ada waktu untuk tidak mengambil, agar pada saatnya alam bisa memberi manfaat bagi semua. Di situ ada nilai kesabaran, keadilan, dan tanggung jawab bersama,” kata Hurisna.

Menurutnya, selama masyarakat masih memiliki ruang untuk berkumpul dan berbagi tujuan, maka modal sosial akan terus terbangun. Kebersamaan yang dirawat secara konsisten, lanjutnya, akan melahirkan kepercayaan sosial sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana manusia terhubung dengan sesama, lingkungannya, dan nilai-nilai yang diyakini bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tiaka, Sepriyendi, mengatakan setiap peserta lomba dikenakan biaya pendaftaran. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk membantu renovasi Masjid Muhsinin yang berada di depan Kantor Lurah Tiaka, serta untuk santunan anak yatim piatu di Kenagarian Tiaka.

Selain berdimensi sosial dan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya warga dalam menjaga kelestarian alam Batang Sikali. Di sepanjang aliran sungai tersebut sebelumnya telah ditanami berbagai tanaman produktif yang hasilnya kelak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sebagai bentuk keberlanjutan, setiap kali lomba selesai dilaksanakan, warga kembali menebarkan bibit ikan ke Batang Sikali. Dengan demikian, sungai tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga ruang hidup yang dijaga dan dirawat secara bersama-sama. (tpk)

Berita Terkait

Ketua DPRD Payakumbuh Wirman Putra Perkuat Soliditas Kader Golkar Lewat Buka Puasa Bersama
Ketua DPRD Payakumbuh Ajak Perkuat Silaturahmi Jelang Idul Fitri
Ketua DPRD Payakumbuh Salurkan Hibah 25 Juta untuk Masjid Baitul Inabah dalam Safari Ramadan
Ketua DPRD Payakumbuh Pimpin Safari Ramadan, Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Pasar dan Pengelolaan Sampah
Safari Ramadan 2026: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Payakumbuh Dalam Membangun Kota yang Religius dan Sejahtera
DPRD Payakumbuh Segera Bentuk Pansus Bahas Empat Ranperda
Ketua DPRD Apresiasi Gotong Royong Masyarakat Bangun Masjid Akbar Aia Tabik
Seluruh Fraksi DPRD Payakumbuh Sepakat Bahas Empat Ranperda ke Tahap Lanjutan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Wirman Putra Perkuat Soliditas Kader Golkar Lewat Buka Puasa Bersama

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:50 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Ajak Perkuat Silaturahmi Jelang Idul Fitri

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:51 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Salurkan Hibah 25 Juta untuk Masjid Baitul Inabah dalam Safari Ramadan

Senin, 23 Februari 2026 - 01:15 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Pimpin Safari Ramadan, Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Pasar dan Pengelolaan Sampah

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:35 WIB

Safari Ramadan 2026: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Payakumbuh Dalam Membangun Kota yang Religius dan Sejahtera

Berita Terbaru