APBD 2026 Payakumbuh Disusun Efisien dan Responsif di Tengah Penurunan TKD

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Pemerintah Kota Payakumbuh tetap optimistis mampu menjaga kualitas pelayanan publik dan melanjutkan pembangunan prioritas, meski menghadapi penurunan signifikan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat pada tahun anggaran 2026.

Hal itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Senin, (10/11/2025), saat menyampaikan Nota Pengantar terhadap Nota Keuangan dan Rancangan APBD 2026.

Menurut Zulmaeta, berdasarkan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2026 yang diterbitkan pada 23 September 2025, Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kota Payakumbuh turun menjadi Rp.401,9 miliar, atau berkurang Rp.116,88 miliar dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan serius bagi kita. Namun, kami berkomitmen memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap terjaga dan pembangunan prioritas daerah tetap berjalan optimal,” ujar Zulmaeta.

APBD 2026: Transparan, Efisien, dan Responsif

Wali Kota menjelaskan, penyusunan APBD 2026 dilakukan secara transparan, efisien, dan berorientasi pada kemandirian fiskal daerah, dengan berpedoman pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

APBD 2026 disusun selaras dengan kebijakan fiskal nasional yang tertuang dalam RAPBN 2026, serta memperhatikan kesinambungan fiskal daerah, arah kebijakan ekonomi makro, dan pokok-pokok kebijakan fiskal nasional (KEM-PPKF).

APBD harus responsif dan antisipatif terhadap dinamika ekonomi global, perubahan iklim, hingga gejolak geopolitik, namun tetap mencerminkan optimisme dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pendapatan dan Belanja Daerah

Dalam Nota Keuangan tersebut, total pendapatan daerah Payakumbuh tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp.652,98 miliar, yang terdiri dari:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp.158 miliar

Pendapatan Transfer: Rp.494,98 miliar

Lain-lain pendapatan yang sah: Rp.0

Sementara total belanja daerah direncanakan sebesar Rp.738,14 miliar, dengan rincian:

Belanja operasi: Rp.674,52 miliar

Belanja modal: Rp.62,61 miliar

Belanja tidak terduga: Rp.1 miliar

Selisih antara pendapatan dan belanja akan ditutupi melalui pembiayaan dari SiLPA sebesar Rp.85,16 miliar.

Lima Prioritas Pembangunan Payakumbuh 2026

Zulmaeta menyebut arah pembangunan Payakumbuh tahun 2026 berpedoman pada tema RKPD: “Peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat untuk transformasi sosial ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.”

Adapun lima prioritas utama pembangunan Payakumbuh 2026 meliputi:

  1. Peningkatan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, berkualitas, dan berdaya saing;
  2. Peningkatan perekonomian yang unggul dan berbasis produk inovatif daerah;
  3. Penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berkualitas;
  4. Peningkatan kehidupan sosial dan budaya berdasarkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah;
  5. Pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Dorong Kemandirian Fiskal Daerah

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan pentingnya meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD.

Langkah yang akan ditempuh antara lain evaluasi regulasi pajak dan retribusi, pembentukan BUMD baru, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pemungutan pajak.

Kita harus mampu memaksimalkan potensi pendapatan tanpa membebani masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.

Zulmaeta berharap pembahasan RAPBD 2026 antara eksekutif dan legislatif berjalan konstruktif, sehingga menghasilkan dokumen anggaran yang realistis, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

APBD bukan sekadar dokumen angka, tetapi instrumen kebijakan yang menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan warga Payakumbuh,” pungkasnya.

DPRD Dukung Sikap Optimistis Pemko

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirnan Putra menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemko dalam merespons penurunan dana transfer dengan menekankan efisiensi dan penguatan kemandirian fiskal.

Kami memahami kondisi fiskal nasional yang sedang ketat. Karena itu, DPRD akan mendukung langkah-langkah Pemko yang realistis dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” kata Wirnan.

Ia menambahkan, DPRD akan mengawal pembahasan RAPBD 2026 dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi, agar setiap alokasi anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Fokus kita bukan hanya menyeimbangkan angka, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran berdampak langsung bagi masyarakat Payakumbuh,” ujarnya. (tpk)

Berita Terkait

Rang Mudo Disiapkan Jadi Penjaga Adat di Era Digital
KPK RI Monitoring Kota Ber-Aksi, Pemko Payakumbuh Perkuat Komitmen Cegah Korupsi
DPRD Payakumbuh Belum Terima Ranperda Simplifikasi Tiga Perda, Tampung Aspirasi Masyarakat Lewat RDPU
Ketua DPRD Payakumbuh Dukung Pelestarian Tradisi Manjapuik Sumando di Nagari Limbukan
Rakernas APEKSI 2026, Zulmaeta Dorong Payakumbuh Jadi Kota yang Adaptif dan Tangguh
Rakernas APEKSI Jadi Momentum Payakumbuh Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Daerah
Ketua DPRD Payakumbuh Dorong Pelestarian Tradisi Baadok-Adok Perkawinan di Koto Nan Gadang
Zulmaeta Luncurkan Enam Inovasi Digital, Percepat Transformasi Birokrasi di Payakumbuh

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:43 WIB

Rang Mudo Disiapkan Jadi Penjaga Adat di Era Digital

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:39 WIB

KPK RI Monitoring Kota Ber-Aksi, Pemko Payakumbuh Perkuat Komitmen Cegah Korupsi

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:05 WIB

DPRD Payakumbuh Belum Terima Ranperda Simplifikasi Tiga Perda, Tampung Aspirasi Masyarakat Lewat RDPU

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:57 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Dukung Pelestarian Tradisi Manjapuik Sumando di Nagari Limbukan

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:29 WIB

Rakernas APEKSI 2026, Zulmaeta Dorong Payakumbuh Jadi Kota yang Adaptif dan Tangguh

Berita Terbaru

Bupati / Wakil Bupati Lima Puluh Kota

Lima Puluh Kota Jadi Percontohan Blended Finance Model Perhutanan Sosial di Sumbar

Selasa, 7 Jul 2026 - 08:42 WIB

Wali Kota Payakumbuh

Rang Mudo Disiapkan Jadi Penjaga Adat di Era Digital

Selasa, 7 Jul 2026 - 07:43 WIB