Payakumbuh | tipikal.com — Kelurahan Payolansek mengoptimalkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah konkret mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan.
Lurah Payolansek, Aldi Kristian, mengatakan penguatan Posyandu ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, agar layanan benar-benar hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bapak Wali Kota ingin posyandu tidak hanya menjadi tempat layanan kesehatan, tetapi juga berperan dalam menekan stunting, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Aldi, Selasa, (05/5/2026).
Ia menjelaskan, Posyandu 6 SPM mencakup enam bidang utama, yakni kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pendidikan, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum).
Program ini dilaksanakan secara rutin setiap Senin pertama setiap bulan sebagai wadah pelayanan terpadu lintas sektor di tingkat kelurahan.
“Dengan pelaksanaan rutin, masyarakat lebih mudah mengakses layanan dasar sekaligus menjadi ruang koordinasi antara warga dan pemerintah,” katanya.
Menurut Aldi, pelaksanaan Posyandu 6 SPM juga mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang mendorong penguatan fungsi posyandu tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga sebagai pusat layanan sosial dan pembangunan masyarakat.
“Regulasi ini memberi dasar yang kuat bagi kami untuk mengintegrasikan berbagai layanan agar lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Selain sebagai pusat pelayanan, Posyandu 6 SPM juga menjadi ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan kondisi riil di lapangan. Masukan tersebut kemudian menjadi dasar bagi organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam merumuskan solusi.
“Banyak persoalan yang langsung teridentifikasi dari masyarakat dan menjadi bahan bagi OPD untuk bergerak cepat memberikan solusi,” ujarnya.
Aldi menegaskan, pihak kelurahan akan terus memperkuat pelaksanaan Posyandu 6 SPM karena dinilai memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan di tingkat akar rumput.
“Ini menjadi instrumen penting untuk memastikan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (tpk)






