Padang | tipikal.com — Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui penandatanganan nota kesepakatan di Padang, Selasa, (09/6/2026).
Kesepakatan tersebut ditandatangani Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Pelaksana Tugas Kepala BWS V Padang Reski Wahyudi sebagai landasan kerja sama dalam perencanaan, pembangunan, pemanfaatan, dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap berbagai tantangan lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan sumber daya air yang baik memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, hingga menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis agar berbagai program pembangunan sumber daya air dapat dilaksanakan lebih efektif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, baik dalam bentuk pengurangan risiko banjir, peningkatan kualitas lingkungan, maupun terjaganya ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan,” kata Zulmaeta.
Ia menegaskan Pemko Payakumbuh terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan dan pengelolaan sumber daya air berjalan secara optimal, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Melalui nota kesepakatan tersebut, kedua pihak akan memperkuat koordinasi dalam berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur pengairan, pengendalian banjir, konservasi sumber daya air, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah dibangun.
Program-program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan permukiman, menjaga ketersediaan pasokan air, serta mendukung produktivitas sektor pertanian.
Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur sumber daya air juga diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pelaksana Tugas Kepala BWS V Padang Reski Wahyudi mengatakan keberhasilan pembangunan sumber daya air tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik semata, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang serta pemeliharaan yang berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh perencanaan yang matang, pemanfaatan yang tepat, serta pemeliharaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nota kesepakatan tersebut menjadi dasar penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sumber daya air di Kota Payakumbuh.
Menurut Reski, sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Kami berkomitmen mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur sumber daya air agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, Pemko Payakumbuh berharap pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat semakin mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat ketahanan lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (tpk)






