Payakumbuh | tipikal.com — Dua pelajar SMA Raudhatul Jannah, Fatir dan Abbasya, membawa nama Kota Payakumbuh ke panggung nasional. Keduanya akan mewakili Sumatera Barat dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Banten.
Sebelum bertolak ke ajang bergengsi tersebut, Fatir yang duduk di kelas XII dan Abbasya dari kelas XI menemui Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman di ruang kerjanya, Rabu, (23/9/2026).
Kunjungan itu menjadi momentum bagi keduanya untuk meminta dukungan sekaligus doa restu Pemerintah Kota Payakumbuh sebelum berkompetisi di tingkat nasional yang berlangsung 24 hingga 30 September 2026.
Keduanya datang bersama Kepala SMA Raudhatul Jannah Ronal Izamora, sejumlah guru pembimbing, serta perwakilan orang tua.
Elzadaswarman menyambut antusias keberhasilan dua pelajar tersebut menembus kompetisi nasional. Ia menyampaikan pesan kebanggaan sekaligus dukungan dari Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang disebut terus memberikan perhatian terhadap kemajuan sektor pendidikan.
“Tampilkan yang terbaik di hadapan dewan juri dan jaga nama baik daerah. Jadikan ajang nasional ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan pengalaman berharga untuk menjalin jejaring dengan pelajar hebat dari daerah lain,” kata Elzadaswarman.
Menurutnya, keberhasilan pelajar Payakumbuh tampil di tingkat nasional menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong kreativitas, inovasi, penelitian, dan penguasaan teknologi.
Ia juga memastikan duet kepemimpinan Zulmaeta-Elzadaswarman akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi generasi muda yang mampu mengharumkan nama daerah.
“Kami menitipkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Payakumbuh. Semoga perjuangan ananda berbuah manis dan mampu menginspirasi pelajar lainnya,” ujarnya.
Di balik keberangkatan Fatir dan Abbasya, terdapat proses panjang yang telah mereka jalani selama beberapa tahun. Kepala SMA Raudhatul Jannah Ronal Izamora mengatakan keberhasilan tersebut bukan hasil yang diperoleh secara instan.
Menurut Ronal, karya penelitian kedua siswanya merupakan buah dari program unggulan Science, Technology, Engineering, Arts, and Math (STEM) yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Program tersebut kemudian diperkuat melalui proses inkubasi, pembekalan coding, serta riset berbasis teknologi informasi yang dilakukan secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir.
“Harapan besar kita bersama, riset anak-anak ini mampu bersaing di level nasional dan membawa pulang medali emas untuk Kota Payakumbuh,” ujar Ronal.
Keberhasilan Fatir dan Abbasya menembus OPSI tingkat nasional sekaligus menjadi gambaran bagaimana pembinaan riset dan teknologi di kalangan pelajar mulai menunjukkan hasil.
Keterwakilan keduanya juga memperpanjang catatan pelajar Payakumbuh yang mampu bersaing di berbagai ajang bergengsi tingkat nasional.
Kini, tantangan berikutnya berada di tangan dua peneliti muda tersebut. Mereka akan membawa karya hasil penelitian, sekaligus mempertaruhkan kemampuan dan nama Sumatera Barat di hadapan peserta dari berbagai daerah Indonesia.
Dukungan pemerintah daerah, sekolah, guru, dan keluarga pun menjadi modal penting bagi Fatir dan Abbasya untuk tampil maksimal di panggung OPSI 2026.
Bagi Payakumbuh, apapun hasil akhirnya nanti, keberangkatan dua pelajar tersebut menjadi bukti bahwa ruang bagi riset, teknologi, dan inovasi pelajar terus tumbuh di daerah tersebut. (tpk)






