Ketua DPRD Hamdi Agus Bereaksi Atas Kelangkaan Gas LPG 3Kg Di Payakumbuh

- Jurnalis

Sabtu, 3 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Beberapa hari terakhir, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi mengalami kelangkaan di beberapa wilayah di Sumatera Barat, khususnya di Kota Payakumbuh, dimana kelangkaan pasokan membuat harga gas elpiji melambung tinggi dikalangan pengecer hingga mencapai 25 ribu Rupiah per tabungnya.

Kelangkaan Gas 3 kilogram di Payakumbuh terus berlangsung hingga saat ini. Diduga penyebab kelangkaan karena adanya penyalanggunaan Gas Subsidi elpiji 3 kilogram tersebut.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hamdi Agus, ST tampak kesal dengan terus terjadinya kelangkaan itu.

“Beberapa hari ini kita menerima informasi dari masyarakat tentang kelangkaan LPG bersubsidi. Saya selaku wakil rakyat tentu sangat prihatin dengan kejadian ini, dimana gas bersubsidi ini adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat,” kata Hamdi Agus kepada media Sabtu, (3/06/23).

Ketua DPRD dari PKS itu juga meminta ada tindakan tegas dari Pemko. Ia juga mewarning pelaku usaha untuk bekerja sesuai aturan.

“Kami mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan baik dari pemerintah Kota Payakumbuh untuk melakukan peninjauan dan pemeriksaan ke lapangan, kemudian juga bagi pelaku usaha tentu kita berharap untuk melakukan usaha LPG bersubsidi ini sesuai dengan aturan dan arahan yang ada,” paparnya.

Dikatakan Hamdi, pihaknya di DPRD juga akan terus mengawasi dan berharap situasi di masyarakat tetap kondusif.

“Kami DPRD Kota Payakumbuh akan selalu mengawasi keadaan ini ke depannya. Harapan kami bagi masyarakat untuk tetap bisa kondusif dalam menyampaikan keadaan yang ada pada pihak-pihak yang berwenang,” jelasnya.

Sementara itu menurut Ketua Bidang Investigasi DPW Corruption Investigation Commitee (CIC) Sumbar, Syafri Ario mengungkap dugaan penyebab kelangkaan adanya penjualan gas 3 kilogram keluar wilayah operasionalnya.

“Seperti yang disampai Kabag Perekonomian kemaren kuota atau jatah wilayah Payakumbuh itu dijual dan diangkut ke wilayah lain. Terkait hal ini, pelaku bisa dijerat dengan ketentuan Pasal 55 UU RI No 22/2001 tentang Migas terkait tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM dan gas subsidi pemerintah,” tukas Syafri Ario, yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak 50 tersebut. (tpk)

Berita Terkait

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah
Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Berita Terbaru