Payakumbuh | tipikal.com – Pemerintah Kota Payakumbuh mematangkan rencana pengoperasian angkutan umum listrik dengan menempatkan kebutuhan transportasi pelajar sebagai prioritas utama layanan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mobilitas masyarakat.
Langkah awal dilakukan melalui pemaparan laporan pendahuluan feasibility study (FS) mengenai kebutuhan armada dan trayek angkutan umum listrik yang disusun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas. Kegiatan berlangsung di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Kamis, (16/7/2026).
Kajian tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menentukan jumlah armada, rute pelayanan, pola operasional, hingga arah pengembangan angkutan umum listrik sebelum program direalisasikan.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan studi kelayakan tersebut penting agar sistem transportasi yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama kalangan pelajar yang selama ini masih didominasi penggunaan sepeda motor sebagai sarana transportasi menuju sekolah.
“Sebelum angkutan ini beroperasi kita harus melakukan kajian mendalam agar semuanya berjalan optimal dan seluruh masyarakat dapat terlayani,” ujar Rida.
Menurutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh ingin menghadirkan angkutan massal modern yang mampu menjawab persoalan mobilitas perkotaan sekaligus meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Rida menilai tingginya ketergantungan pelajar terhadap kendaraan roda dua tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas di kawasan sekolah pada jam masuk dan pulang belajar.
“Ketergantungan mobilitas pelajar pada kendaraan roda dua menciptakan risiko keselamatan dan inefisiensi sistemik. Karena itu, kita membutuhkan solusi berupa angkutan massal yang aman dan ramah lingkungan,” katanya.
Selain meningkatkan aspek keselamatan, angkutan umum listrik juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan di sekitar kawasan pendidikan, menekan biaya transportasi yang ditanggung keluarga, serta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih efisien dan rendah emisi.
Rida menambahkan seluruh rekomendasi terkait kebutuhan armada maupun trase nantinya akan diselaraskan dengan dokumen rencana tata ruang Kota Payakumbuh agar pengembangan sistem transportasi berjalan terarah dan berkelanjutan.
“Tujuan kita membangun sistem angkutan umum yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk Kota Payakumbuh. Seluruh rekomendasi teknis armada dan trase nantinya diselaraskan dengan tata ruang resmi Kota Payakumbuh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Payakumbuh, Amri, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengoperasian angkutan umum listrik. Menurutnya, keberhasilan program tersebut juga harus didukung regulasi yang tegas, khususnya dalam membatasi penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar yang belum memenuhi syarat.
“Kami mendukung program pemerintah menghadirkan transportasi umum listrik. Namun harus ada aturan yang tegas karena anak-anak di bawah umur memang tidak diperbolehkan membawa kendaraan sendiri. Kalau aturannya jelas, Insyaa Allah program ini akan sukses. Harapan kami, benahi dulu aturannya,” katanya.
Melalui kajian tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap pengembangan angkutan umum listrik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pelajar.
Kehadiran transportasi publik berbasis listrik diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan keselamatan berkendara, mengurangi kemacetan, memperluas akses layanan transportasi umum, sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi perkotaan yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (tpk)






