Payakumbuh | tipikal.com — SMP Negeri 1 Payakumbuh kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu sekolah unggulan di Sumatera Barat. Selain menjadi tujuan kunjungan pendidikan dari berbagai daerah, sekolah ini juga aktif menjalankan program penguatan karakter, literasi, pendidikan lingkungan, dan keagamaan bagi peserta didik.
Dalam beberapa waktu terakhir, SMP Negeri 1 Payakumbuh menerima sejumlah kunjungan studi banding dari institusi pendidikan sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan berbasis kolaborasi, inovasi pembelajaran, dan penguatan tata kelola sekolah.
Pada Rabu, (29/4/2026), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan kegiatan sister school atau studi banding ke SMP Negeri 1 Payakumbuh. Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan tenaga pendidik dalam pengelolaan sekolah, budaya belajar, inovasi pembelajaran, hingga pengembangan program unggulan pendidikan.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala SMP Negeri 1 Payakumbuh, Syafrida, S.Pd.,M.M, bersama majelis guru dan peserta didik. Suasana hangat mewarnai kunjungan yang diisi dengan diskusi, observasi lingkungan sekolah, serta berbagi pengalaman mengenai tata kelola pendidikan yang efektif dan inovatif.
Peserta studi banding juga memperoleh kesempatan melihat secara langsung berbagai praktik baik yang diterapkan sekolah, mulai dari penguatan budaya literasi, manajemen sekolah, hingga pengembangan karakter siswa melalui lingkungan belajar yang kondusif.
Tidak hanya itu, pada Rabu, (13/5/2026), SMP Negeri 4 Padang Panjang turut melakukan kunjungan studi tiru dengan fokus pembelajaran pada pengelolaan lingkungan sekolah dan pengembangan perpustakaan.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pengelolaan sekolah melalui implementasi program Adiwiyata, budaya cinta lingkungan, pengelolaan kebersihan, serta tata kelola perpustakaan guna mendorong minat baca siswa.
Dalam kunjungan itu, rombongan mempelajari berbagai program unggulan yang diterapkan SMP Negeri 1 Payakumbuh, termasuk penguatan literasi dan pengembangan fasilitas belajar yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan nyaman dan produktif.
Di sisi lain, sekolah tersebut juga menggelar Wisuda Tahfidz Tahun Pelajaran 2025–2026 pada Senin hingga Selasa, (18–19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk evaluasi sekaligus apresiasi terhadap pelaksanaan program tahfidz selama satu tahun ajaran.
Wisuda tahfidz mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang” dan berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah, dunia pendidikan, guru, serta orang tua siswa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Menurut Elzadaswarman, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan moral generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman.
“Program tahfidz, penguatan literasi, hingga inovasi digital seperti podcast sekolah menjadi langkah positif dalam membentuk pelajar yang cerdas, religius, dan siap menghadapi tantangan zaman. Di tengah perkembangan media sosial yang begitu cepat, anak-anak kita harus dibekali iman, akhlak, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu memilah informasi secara bijak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mencetak generasi masa depan yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kepedulian sosial dan karakter kuat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha yang juga merupakan alumni SMP Negeri 1 Payakumbuh, unsur Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, MKKS, PGRI, Camat, Lurah, serta orang tua dan wali siswa.
Usai wisuda tahfidz, Elzadaswarman turut meresmikan program podcast sekolah melalui prosesi pemotongan pita sebagai bagian dari pengembangan kreativitas dan literasi digital peserta didik.
Kepala sekolah, Syafrida, mengatakan seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari komitmen membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara prestasi akademik, pembentukan karakter, dan keterampilan abad ke-21.

“Kami ingin menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang berprestasi, religius, berkarakter, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, sekolah terus memperkuat budaya literasi, program tahfidz, pendidikan lingkungan, hingga ruang kreativitas digital agar siswa memiliki bekal kuat untuk masa depan,” kata Syafrida.
Setelah rangkaian wisuda tahfidz, sekolah juga menggelar pelepasan siswa kelas IX yang dikelola bersama orang tua dan komite sekolah. Momen tersebut berlangsung penuh haru sekaligus menjadi penanda perjalanan pendidikan siswa sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. (tpk)






