Wali Kota Zulmaeta Jawab Pandangan Fraksi DPRD Terkait Perubahan APBD 2025

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2025. Jawaban tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Wirman Putra, di ruang sidang DPRD setempat, Rabu, (6/08/2025).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD atas masukan, kritik, dan saran yang disampaikan dalam rangka memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa pemandangan umum yang disampaikan merupakan masukan dan kritik membangun sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja seluruh SKPD. Semoga dengan semangat kemitraan yang sejajar, sinergi antara eksekutif dan legislatif semakin kuat dalam menjalankan amanah rakyat,” ujar Zulmaeta.

Tanggapan terhadap Sorotan Fraksi

Menanggapi pandangan Fraksi Golkar terkait peningkatan kualitas pendidikan PAUD dan insentif untuk guru PAUD, TPQ, dan Garin, Wali Kota menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat daring dengan Kemendagri dan akan segera melakukan konsultasi dengan BPK guna memperoleh kepastian hukum terkait pembayaran insentif tersebut. Jawaban ini sekaligus menjawab pandangan dari Fraksi NasDem dan PPP.

Terkait status tenaga non-ASN yang telah mengabdi lebih dari dua tahun namun belum terdaftar dalam database BKN, Pemko Payakumbuh saat ini masih menunggu regulasi lebih lanjut dari Kemenpan RB.

Sementara itu, Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) menyoroti optimalisasi Pasar Padang Kaduduak. Wali Kota memaparkan bahwa sejak Juli 2025, Pemko telah mulai mengisi kios-kios yang tersedia serta menerapkan sistem seleksi ketat bagi pedagang yang tidak aktif. Hingga kini, retribusi yang masuk mencapai Rp.17,4 juta dari potensi Rp.147 juta per tahun, dan ditargetkan seluruh kios telah ditempati permanen pada Agustus 2025.

Tanggapan juga disampaikan atas pandangan Fraksi PKS terkait temuan BPK mengenai honorarium tim pelaksana kegiatan yang tumpang tindih dengan tugas SKPD. Wali Kota menegaskan bahwa prinsip efektivitas dan efisiensi akan menjadi acuan ke depan dalam pembentukan tim pelaksana kegiatan.

Fraksi Demokrat yang mengapresiasi langkah cepat Pemko dalam menyikapi kekosongan jabatan Direktur Utama Perumda Tirta Sago juga mendapat tanggapan. Wali Kota menyebutkan panitia seleksi telah dibentuk dan proses seleksi akan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Keamanan Taman Batang Agam dan Transparansi APBD

Menanggapi pandangan Fraksi PPP mengenai kebutuhan penerangan dan keamanan di sepanjang Taman Batang Agam, Zulmaeta menyampaikan bahwa telah dilakukan pemasangan 42 titik lampu penerangan dan pengamanan secara rutin oleh Satpol PP serta Damkar. Kantor BWS juga akan dimanfaatkan sebagai posko pengamanan pada hari libur.

Pemko juga sepakat dengan pentingnya proses seleksi Direktur PDAM yang profesional dan akuntabel.

Selanjutnya, menanggapi Fraksi PAN yang menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam perubahan APBD, Zulmaeta menegaskan bahwa seluruh proses telah dilakukan melalui aplikasi SIPD sejak 2019 dan tetap membuka ruang partisipasi masyarakat, terutama melalui Musrenbang. Usulan yang belum terakomodasi dalam APBD murni akan dimasukkan dalam perubahan APBD.

Isu RSUD dr. Adnaan WD

Fraksi NasDem yang menyoroti klasifikasi RSUD dr. Adnaan WD dan kekurangan tenaga spesialis juga mendapat perhatian. Zulmaeta menjelaskan bahwa saat ini klasifikasi rumah sakit mengikuti PP No. 28 Tahun 2024 dengan empat kategori, yakni Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna. RSUD Adnaan WD kini masih berstatus Rumah Sakit Dasar.

Dari sisi SDM, RSUD memiliki 1 dokter subspesialis, 28 dokter spesialis, 25 dokter umum, dan 4 dokter gigi. Namun, kebutuhan tambahan tenaga spesialis masih tinggi, terutama untuk bidang bedah, anestesi, paru, dan neurologi.

Proses rekrutmen tenaga medis RSUD juga akan disesuaikan dengan regulasi terbaru yang mengharuskan pengangkatan pegawai BLUD diatur dengan peraturan kepala daerah.

Menutup penyampaiannya, Wali Kota Zulmaeta mengakui bahwa jawaban yang diberikan mungkin belum menjawab seluruh harapan fraksi secara lengkap.

Namun kami yakin dalam rapat kerja lanjutan nanti, semua pertanyaan dapat dijawab secara tuntas. Kami berharap diskusi yang konstruktif akan terus terjalin antara pemerintah dan DPRD untuk membangun Payakumbuh yang lebih baik,” pungkasnya. (tpk)

Berita Terkait

Semarak Pawai HUT RI di Payakumbuh, 113 Kontingen Unjuk Kreativitas
Pendapatan Payakumbuh Naik Rp139 Miliar dalam Perubahan APBD 2026
Usai Pimpin Upacara HUT RI, Wali Kota Payakumbuh Langsung Temui Korban Kebakaran
HUT RI ke-81 di Payakumbuh, Zulmaeta: Kemerdekaan Harus Diwujudkan Lewat Kerja Nyata untuk Masyarakat
Payakumbuh Siapkan Anggaran Rp834 Miliar untuk 2027, Ini Prioritasnya
Pidato Kenegaraan Jadi Pijakan Payakumbuh Selaraskan Pembangunan dengan Kebijakan Nasional
Ratusan Bendera Merah Putih Dibagikan, Wali Kota Payakumbuh Ajak Warga Perkuat Nasionalisme
Paskibraka Payakumbuh Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT RI ke-81

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Semarak Pawai HUT RI di Payakumbuh, 113 Kontingen Unjuk Kreativitas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Pendapatan Payakumbuh Naik Rp139 Miliar dalam Perubahan APBD 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Usai Pimpin Upacara HUT RI, Wali Kota Payakumbuh Langsung Temui Korban Kebakaran

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:18 WIB

HUT RI ke-81 di Payakumbuh, Zulmaeta: Kemerdekaan Harus Diwujudkan Lewat Kerja Nyata untuk Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Payakumbuh Siapkan Anggaran Rp834 Miliar untuk 2027, Ini Prioritasnya

Berita Terbaru

Payakumbuh

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:19 WIB