Wako Riza Falepi: Dunia Politik, Pejabat Publik Tidak Anti Kritik

- Jurnalis

Kamis, 19 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Seperti diketahui beberapa hari terakhir ini, banyak beredar berita miring yang seakan-akan terus memojokkan Wali Kota Payakumbuh. Saat dihubungi disela-sela waktu sibuknya, Kamis (19/05/22), Wako Riza Falepi mengatakan tidak terlalu peduli kalau ada yang menulis ini-itu terkait dirinya. Sebab dia mengaku itu sudah menjadi resiko seorang pejabat publik. Kita terima saja itu sebagai konsekuensi pekerjaan, yang penting kita kerja benar dan jalan lurus sebagai pelayan rakyat.

Dikatakan Riza, hari ini ia sedang fokus mengevaluasi diantaranya supply air PDAM berkenaan dengan masih adanya beberapa titik debitnya dirasa sangat kurang serta pelayanan terkait dengan sarana olah raga yang sedang dikebut.

“Silahkan saja mau mengatakan apa, tapi jangan lupa, sebenarnya jejak digital itu tidak bisa dihilangkan walaupun sudah dihapus di ponsel kita,” kata Wako Riza Falepi.

Disampaikannya, suatu saat kalau itu berujung kepada pembuktian terkait UU ITE tentu bisa dibuka lagi bukti digital tersebut. Semua jejak digitalnya bisa dilihat baik di Facebook, di Instagram ataupun di media sosial mana saja. Untuk itu Riza menyarankan agar lebih hati-hati dalam berkomentar di media. Riza yang juga melek IT sangat paham akan hal itu, namun terkait hujatan yang diarahkan kepada dirinya, ia masih enggan untuk mengambil langkah hukum, “Biar sajalah, paling-paling aktornya itu-itu juga,” tukuk Riza.

Riza menyayangkan, kebanyakan berita yang menjelekkan dirinya itu tanpa konfirmasi dulu, dan informasi yang disampaikan juga tidak berimbang.

“Dari sana saja sudah ketahuan memang ada yang sengaja ingin menjelekkan, dan kebanyakan bahasanya sumir, saya duga orangnya masih yang itu itu juga. Semestinya dia introspeksi diri dulu sebelum memfitnah saya,” ungkap Riza, tanpa menjelaskan lebih jauh.

“Hati-hatilah berkomentar, kalau tidak mau suatu hari apa yang kita tulis dimedsos itu muncul karna telah di screenshot orang lain, dan itulah kejamnya jejak digital. Kadang kita sendiri lupa, apalagi kalau berkecimpung dalam dunia politik, di Payakumbuh ini misalnya, hal seperti itu bisa jadi bahan “tertawaan” orang. Untuk itu, biarlah akal sehat yang berjalan, kita jangan sampai mudah tertipu oleh berita yang hanya ingin mencari sensasi saja,” papar Riza.

Disampaikan Riza, berbicara secara proporsional saja, kadang tak selamanya pepatah diam itu emas. Riza mengaku terkadang ia perlu bersuara untuk hal-hal miring yang ditulis tentangnya, biarlah masyarakat yang menilainya. Meski yang dituliskan itu tendensius dan tidak sesuai fakta yang ada.

“Yang banyak terjadi sekarang itu ya framing untuk menjelekkan saya. Dan saya ikhlas menerima cacian walaupun itu tidak benar. Meski kita sendiri tahu sumbernya dari mana. Ndak ada gunanya juga dilawan, nanti waktu akan menemukan kebenarannya sendiri,” imbuh Riza.

Lebih lanjut Riza menuturkan bahwa ada segelintir orang yang merasa dirugikan, seperti kasus pengaduan yang sempat terjadi baru-baru ini. Menurutnya hal ini wajar terjadi karna disana mungkin ada pihak yang merasa dirugikan.

“Hal itu bisa jadi pelajaran bagi siapa saja, misalnya menulis dan mengatakan sesuatu yang tanpa adanya cukup bukti, sudah sewajarnya jika ada pihak yang marah, karena ini bisa menjadi fitnah dan sangat berbahaya. Meskipun saya pribadi masih memilih diam dan enggan menanggapi hal ini, tapi masih tetap saja ada yang menuduh saya yang nggak-nggak,” ucap Riza.

Terakhir sambung Riza, sebentar lagi tugasnya akan berakhir, dan Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi, khususnya Payakumbuh, untuk itu ia mengajak masyarakat untuk ikut memberikan pilihan, dan pilihlah pemimpin yang amanah dan benar-benar baik untuk kemajuan Kota Payakumbuh kedepan.

“Pilihlah calon pemimpin yang benar-benar matang dan dewasa, pemimpin itu harus arif dan tidak anti kritik, tidak juga childish dan egois. Memimpin itu siap menderita, tidak menumpuk harta, tidak juga yang lihai mempersepsikan persentase dari APBD untuk pundi-pundinya. Pilihlah calon pemimpin yang menyayangi rakyatnya serta ikhlas berkorban bagi masyarakatnya, bukan pemimpin yang malah tega menzolimi warganya, meskipun tidak banyak pemimpin yang demikian, namun saya yakin ada,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah
Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Senam Payakumbuh Borong 2 Emas, Target Lima Emas Porprov Makin Dekat

Minggu, 4 Okt 2026 - 22:36 WIB