Terus Tingkatkan SDM, Pemko Payakumbuh Bekali Pelaku UMKM Dengan Ilmu Pemasaran Online

- Jurnalis

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Untuk terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Payakumbuh menggelar pendidikan dan pelatihan kewirausahaan pemasaran online bagi UMKM di Aula Balai Inseminasi Buatan selama 3 hari, 7 hingga 9 Juni 2022.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 orang pelaku UMKM se Kota Payakumbuh dan menghadirkan narasumber dan motivator berkompeten itu mengusung tema “UMKM Naik Kelas, UMKM Go Digital” dan dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dahler, Selasa (7/06/22).

Kabid Koperasi dan UKM Tegrasia Nita mengatakan anggaran kegiatan ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik bidang peningkatan kapasitas koperasi, Usaha Mikro dan Kecil Tahun 2022.

“Pelatihan dan pendidikan kewirausahaan tahun 2022 ini direncanakan mengusung 3 topik yang menjadi isue dan permasalahan UMKM yang ada di Kota Payakumbuh yakni pemasaran online, penyusunan laporan keuangan dan penyusunan proposal fasilitasi pembiayaan,” kata Tegra didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda Sri Essa Ramadhani.

Sementara itu, dalam sambutannya Kadis Dahler menyampaikan pelaku UMK dituntut untuk dapat memasarkan produk menurut mekanisme, dengan memanfaatkan teknologi informasi, sehingga secara pemanfaatan digitalisasi membuat promosi produk bisa sampai kepada konsumen.

“Percuma bila produk bagus, mudah, dan mewah sementara pemasarannya masih belum optimal,” kata Dahler.

Terkait dengan penyusunan laporan keuangan, Dahler menegaskan hal ini tidak segampang yang dibayangkan, apalagi bagi pemula atau pelaku UMKM yang baru berjalan 1-3 tahun. Pengelolaan keuangan secara kovensional atau tradisional atau manual, memiliki kekurangan. Contohnya dari segi pencatatan modal, laba, dan uang keluar.

“Misalnya modal produk 10 juta, perlu dihitung berapa terpakai buat bahan baku, belum lagi biaya mengolahnya dari sisi tenaga manusia, hingga biaya pemasaran, semua harus bersasarkan managemen tata kelola keuangan,” kata Dahler.

Lebih jauh Dahler menyampaikan uang pribadi dalam rekening jangan dibaurkan dengan uang usaha, supaya pengelolaan tata keuangannya jelas, berapa untung, berapa pula upah bagi pekerja bila ada.

“Apabila masih memakai cara konvensional, tabungannya nyampur ke uang UMKM, maka sudah pasti tidak akan terkelola uangnya karena bisa saja uang yang harusnya dikelola untuk usaha terpakai buat memenuhi kebutuhan rumah tangga, atau kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak,” katanya.

Lebih jauh, Ketua MPC PP Kota Payakumbuh itu juga menambahkan untuk menjadi pelaku usaha yang dapat menguasai bisnis dan membentuk jaringan bisnis sehingga jaringan pemasaran menjadi lebih luas lagi dan dapat dikategorikan sebagai pelaku usaha yang legal di mata hukum dan pemerintahan di Indonesia maka setiap pelaku usaha wajib mengurus NIB (nomor induk berusaha) berbasis resiko secara online di www.oss.go.id.

“NIB menjadi penting untuk dimiliki semua pelaku usaha karenaa manfaat NIB itu adalah akses pengurusan ijin lainnya (PIRT, HALAL, BPOM, HKI, Merk) akan jadi lebih mudah, memudahkan memperoleh akses pembiayaan dan usaha akan legal dan terdata secara nasional,” ulasnya.

Sementara itu, salah satu peserta Maipanis dari Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang mengatakan sebagai pelaku UMKM di Kota Payakumbuh, merasa perlu dipacu untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya untuk bersaing naik kelas dengan mempelajari berbagai aspek penjualan daring melalui digitalisasi pemasaran sebagai upaya untuk memperluas pemasaran bahkan hingga ke luar negeri.

“Tidak bisa dipungkuri sejak pandemi Covid-19 sektor UMKM turut merasakan dampak cukup siginifkan, sehingga mengakibatkan daya jual produk semakin menurun. Kondisi itu memaksa para kami untuk mencari berbagai cara agar tetap bisa mempertahankan usaha. Kami apresiasi Pemko Payakumbuh atas pelatihan ini, semoga kami bisa bertransformasi pemasaran berbasis digital agar mampu bertahan dan naik kelas di tengah pandemi,” pungkasnya.

Sasaran pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan pemasaran online bagi UMKM ini adalah pelaku usaha yang bergelut di berbagai produk seperti rendang, rajut, kripik, snack basah dan jenis olahan makanan minuman lainnya. (tpk)

Berita Terkait

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah
Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Senam Payakumbuh Borong 2 Emas, Target Lima Emas Porprov Makin Dekat

Minggu, 4 Okt 2026 - 22:36 WIB