Pj Wali Kota Payakumbuh Dorong Pembangunan Berorientasi Tangguh Bencana

- Jurnalis

Selasa, 2 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, mengungkapkan komitmennya untuk memastikan semua pembangunan di kota ini berorientasi pada ketangguhan terhadap bencana. Langkah ini merupakan bagian dari upaya proaktif dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.

“BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) harus aktif mengajak seluruh masyarakat dan aparatur pemerintah agar semua program pembangunan harus berorientasi pada tangguh bencana,” ujar Suprayitno dalam Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kota Payakumbuh tahun 2024 yang digelar di Aula Dinas Peternakan Provinsi Sumbar pada Selasa (2/07/2024).

Suprayitno menekankan bahwa setiap perizinan yang dikeluarkan harus mempertimbangkan risiko bencana. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, harus dirancang untuk mengurangi risiko bencana, bukan malah menambahnya.

“Penting untuk membangun sistem edukasi kebencanaan yang berkelanjutan, terutama di daerah-daerah rawan bencana. Edukasi kebencanaan ini sangat penting dan harus dimulai sejak usia dini, dari individu, keluarga, komunitas, sekolah hingga lingkungan masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan, dan simulasi secara rutin,” tambahnya.

Suprayitno berharap meski tidak ada bencana yang terjadi di Kota Payakumbuh, masyarakat tetap harus siap siaga.

Plh Kalaksa BPBD Kota Payakumbuh, Hermanto, menyebutkan bahwa Indeks Risiko Bencana Kota Payakumbuh adalah yang paling rendah di Sumatera Barat, dengan angka 104,80 yang menunjukkan risiko sedang. “Secara topografi, kita datar tanpa pantai, gunung api, dan tidak berada di jalur patahan gempa. Namun, kita tetap harus waspada,” ujarnya.

Meski memiliki indeks risiko bencana yang rendah, Payakumbuh akan menjadi daerah yang turut serta dalam penanggulangan bencana di wilayah lain seperti Tanah Datar, Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kajian risiko bencana menunjukkan cuaca ekstrem sebagai ancaman utama, yang bisa menyebabkan tumbangnya pohon dan mengganggu infrastruktur.

“Salah satu cara mitigasi yang kami pertimbangkan adalah meniadakan pohon tinggi dan menggantinya dengan pohon pelindung yang lebih pendek,” jelas Hermanto.

Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana tahun 2024 ini diikuti oleh 135 peserta yang terdiri dari 47 ASN dan 88 anggota ormas serta masyarakat dari kawasan rawan bencana. Diharapkan seluruh peserta dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat luas. (tpk)

Berita Terkait

Musrenbang Payakumbuh Timur 2027 Tekankan Program Prioritas dan Penanganan Isu Sosial
Riza Falepi Bantah Pernyataan “Gas Pol” Terkait Sengketa Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh
DPRD Payakumbuh Resmi Sahkan Perda Penanaman Modal
ROC Chapter Payakumbuh Resmi Dikukuhkan, Perkuat Persaudaraan dan Aksi Sosial
Pemko dan Kementerian PUPR Matangkan Strategi Rekonstruksi Pasar Payakumbuh
Apel Bersama KORPRI, ASN Payakumbuh Didorong Jadi Teladan Pelayanan Publik
Perkuat PAD, Payakumbuh Bergabung dalam Program Optimalisasi Data Perpajakan
Kontroversi Kepala Daerah Buka Praktik Dokter, Ini Penjelasan Ahli dan Kemendagri

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:27 WIB

Musrenbang Payakumbuh Timur 2027 Tekankan Program Prioritas dan Penanganan Isu Sosial

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:28 WIB

Riza Falepi Bantah Pernyataan “Gas Pol” Terkait Sengketa Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Rabu, 24 Desember 2025 - 09:26 WIB

DPRD Payakumbuh Resmi Sahkan Perda Penanaman Modal

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:09 WIB

ROC Chapter Payakumbuh Resmi Dikukuhkan, Perkuat Persaudaraan dan Aksi Sosial

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:36 WIB

Pemko dan Kementerian PUPR Matangkan Strategi Rekonstruksi Pasar Payakumbuh

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Dukung Pendidikan Tinggi, Pemko Payakumbuh Gandeng BAZNAS Salurkan Bantuan

Kamis, 5 Feb 2026 - 16:37 WIB