Mentawai | tipikal.com — Oktagon Porprov Sumatera Barat XVI 2026 menjadi panggung keganasan kontingen Kota Payakumbuh. Tiga petarung MMA yang menembus partai final tampil tanpa kompromi dan menghabisi lawan masing-masing lewat Technical Knockout (TKO), Senin, (5/10/2026). Hasilnya, tiga medali emas sekaligus dibawa pulang ke Kota Payakumbuh.
Bertarung di Venue Pantai Mapadegat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, para petarung Payakumbuh menunjukkan mental baja sejak ronde pertama. Tak ada ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan hingga seluruh laga final yang mereka jalani berakhir dengan kemenangan TKO.
Tiga emas tersebut dipersembahkan M. Fikri di kelas 70,3 kilogram MMA Amatir, Ermon Januariko di kelas 74,8 kilogram, serta Aldi Febri Jasfari di kelas 83,9 kilogram.
M. Fikri membuka pesta emas Payakumbuh dengan aksi agresif menghadapi Ichsan Rafando dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sejak awal laga, Fikri langsung mengambil kendali pertarungan dan tak memberikan kesempatan bagi lawannya untuk keluar dari tekanan.
Pertarungan tersebut bahkan tak berlangsung lama. Fikri menyudahi perlawanan Ichsan hanya dalam satu ronde melalui kemenangan TKO.
Amukan berikutnya datang dari Ermon Januariko. Turun di kelas 74,8 kilogram, Ermon berhadapan dengan Faisal Tanjung dari Kabupaten Padang Pariaman.
Ermon tampil disiplin sekaligus agresif. Tekanan yang terus dilancarkan membuat Faisal tak mampu bertahan hingga akhirnya pertandingan dihentikan pada ronde pertama dan Ermon dinyatakan menang melalui TKO.
Puncaknya terjadi ketika Aldi Febri Jasfari naik ke oktagon. Menghadapi Hamdani Syukron dari Kota Padang di kelas 83,9 kilogram, Aldi tampil tak kalah garang.
Pertarungan sempat berlanjut hingga ronde kedua. Namun tekanan Aldi yang tak kunjung mengendur akhirnya memaksa wasit menghentikan laga. TKO memastikan emas ketiga sekaligus menyempurnakan sapu bersih MMA Payakumbuh di partai final.
Tiga petarung masuk final, tiga emas berhasil direbut. Sebuah catatan sempurna yang menunjukkan betapa kuatnya mental dan persiapan kontingen MMA Payakumbuh menghadapi persaingan Porprov Sumbar XVI.
Pelatih MMA Kota Payakumbuh Joni Reka Saputra mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, keberanian dan fokus menjadi kunci utama hingga seluruh petarung Payakumbuh mampu menuntaskan laga final dengan kemenangan.
“Sekali masuk arena, tidak ada kata mundur. Anak-anak sudah menunjukkan mental bertarung dan fokus yang luar biasa sampai pertandingan berakhir,” ujar Joni.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena kekuatan fisik. Para atlet mampu menjalankan strategi, menjaga konsentrasi, sekaligus berani mengambil keputusan ketika berada di bawah tekanan.
“Ini hasil kerja keras mereka selama latihan. Mereka datang untuk bertarung dan membuktikan kemampuan. Alhamdulillah, tiga yang masuk final, tiga-tiganya berhasil meraih emas,” katanya.
Sementara itu, Koordinator MMA Kota Payakumbuh untuk Kepulauan Mentawai Yopi Kurniawan menilai perjuangan para petarung telah memperlihatkan karakter kuat sejak babak penyisihan hingga partai puncak.
“Kita pantang mundur. Sekali layar terkembang, terus melangkah sampai emas di tangan. Hari ini atlet kita membuktikannya di arena,” tegas Yopi.
Selain tiga emas, kontingen MMA Payakumbuh juga menambah dua medali perunggu melalui Nanda Cahya R. dan Tito Suryadi.
Raihan tersebut membuat MMA menjadi salah satu kekuatan penting dalam perburuan medali kontingen Payakumbuh di Porprov Sumbar XVI. Tiga petarung yang tampil di partai final semuanya pulang membawa emas tiga final, tiga kemenangan, tiga juara. (tpk)






