Memasuki Musim Kemarau, Kapolres Payakumbuh Himbau Warga Waspada Bahaya Kebakaran

- Jurnalis

Minggu, 18 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa daerah di Provinsi Sumatera Barat termasuk Kota Payakumbuh akan mengalami musim kemarau pada pertengahan Juni 2023.

Bahkan, saat ini masa pancaroba dengan cuaca panas dan suhu yang cukup tinggi sudah terasa di beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Barat termasuk Kota Payakumbuh.

Menyikapi hal itu, Kapolres Payakumbuh AKBP Wahyuni Sri Lestari, S.I.K, M.H melalui Wakapolres Kompol Russirwan, S.H mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada, khususnya terhadap bahaya kebakaran baik pada pemukiman warga maupun kebakaran lahan.

“Musim kemarau itu sangat rawan menimbulkan peristiwa kebakaran, oleh karena itu kita menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai hal tersebut serta menghindari hal-hal yang akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” ujar Kompol Russirwan kepada media saat menghadiri acara pelantikan pengurus PWI Kota Payakumbuh di Balai Kota Payakumbuh, Minggu (18/06/23).
 
Kompol Russirwan juga telah mengarahkan jajaranya terutama kepada personel Bhabinkamtibmas untuk memberikan himbauan dan menempelkan selebaran di daerah binaan perihal himbauan waspada serta upaya pencegahan terjadinya kebakaran.

“Kita telah beri arahan kepada jajaran terutama personel Bhabinkamtibmas agar selalu membaur bersama warga dan rajin turun ke wilayah binaan guna menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat, terutama antisipasi terjadinya kebakaran saat musim pancaroba saat ini,” imbuh Kompol Russirwan.

Beberapa hal yang menjadi upaya pencegahan yang bisa di lakukan masyarakat diantaranya adalah :

1. tidak melakukan pembakaran sembarangan dan meninggalkan lokasi pembakaran dengan kondisi api yang masih menyala.

2. Jika ingin membakar sesuatu di lahan kosong atau membakar sampah di lingkungan masing-masing, masyarakat hendaknya me-lokalisasi secara aman agar tidak menimbulkan kebakaran akibat rambatan api dari pembakaran yang dilakukan tersebut.

3. Tidak sembarangan saat membuang puntung rokok. Sebab, dalam cuaca panas seperti sekarang, api dari puntung rokok juga sangat mudah memicu terjadinya kebakaran besar.

4. Hindari pembakaran saat membuka ladang atau kebun dalam kondisi terik seperti saat ini karena tindakan itu juga tak jarang menyebabkan terjadinya kebakaran.

Kompol Russirwan juga menambahkan, beberapa hal lainya yang berpotensi menyebabkan kebakaran diantaranya yaitu konsleting listrik, lupa mematikan kompor serta alat elektronik lainya serta beberapa hal yang menjadi sumber api lainnya. (plr)

Berita Terkait

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah
Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah
Kapolres Payakumbuh Berganti, Wali Kota Zulmaeta Pastikan Sinergi Keamanan Tetap Terjaga

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern

Berita Terbaru