“Jangan Biarkan Sejarah Luntur Pada Generasi Muda” Reza Falepi Usulkan Ini..

- Jurnalis

Jumat, 15 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luak Limopuluah, tipikal.com — Wali Kota Payakumbuh H. Riza Falepi Dt. Kaampek Suku menghadiri Upacara Tabur Bunga Peringatan Peristiwa Situjuah ke 72 pada tahun 2021 di Kawasan Makam Pahlawan Lurah Kincia, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (15/1).

Peristiwa Situjuah adalah suatu peristiwa penyerangan oleh pasukan penjajah Belanda terhadap para pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menewaskan beberapa orang pimpinan pejuang dan puluhan orang anggota pasukan lainnya.

Turut hadir dalam upacara itu Bupati Irfendi Arbi, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry S Lahe, Mantan Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo, Wali Nagari, dan tokoh masyarakat setempat.

Juga dilaksanakan penyerahan penghargaan dari warga dan tokoh masyarakat Situjuah kepada belasan tokoh yang berjasa mengangkat Persitiwa Situjuah pasca perjuangan. Diantara tokoh itu termasuk mamak (paman, red) dari Wali Kota Riza Falepi, yaitu Thamrin Manan, serta Mantan Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo.

Baca Juga :  DPRD Kota Payakumbuh Dengarkan Nota Penjelasan Wali Kota Terhadap Ranperda APBD Perubahan TA 2021

Thamrin Manan adalah Penggagas sekaligus Ketua Yayasan YPP PDRI, sumbangsihnya dalam mengangkat peristiwa Situjuah sangat banyak, sementara itu Bupati Alis Marajo telah membuatkan Peraturan Bupati Nomor 34/2011 tentang Penetapan dan Pedoman Penyelenggaraan peringatan Hari Bela Negara dan Rangkaian Peristiwanya di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Usai mengikuti upacara tabur bunga, Wali Kota Riza Falepi saat diwawancara media mengatakan merunut kembali sejarah perjuangan bangsa, waktu itu Ibu Kota sementara Negara seperti Yogyakarta diserang, bahkan Bukittinggi juga, akhirnya terbentuk PDRI.

“Peristiwa Situjuah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PDRI. Disampaikan waktu itu ke dunia Internasional kalau masih ada pemerintah Indonesia, sehingga batallah Belanda menyatakan Indonesia tidak ada lagi. Kita harus bangga karena masyarakat Lima Puluh Kota, Payakumbuh, khususnya Sumbar punya saham dalam mempertahankan republik ini dulunya. Itu sejarah, dan tak bisa diubah,” kata Riza.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Terima Hibah Aset Senilai 22 Miliar Dari Kementerian PUPR

Berdasarkan hal itu, Riza berharap, saham itu bisa ditimbang oleh pemerintah pusat, sebagai bagian rasa nasionalisme, kecintaan kepada bangsa dan negara. “Orang-orang tua dan pendahulu kami berjuang, wajar kami menanyakan hak itu, sementara itu Yogyakarta dapat, Bandung dan Jakarta juga dapat, mana jatah kami,” kata Riza.

Riza berharap Peristiwa Situjuah adalah cerita sejarah yang perlu disampaikan kepada anak-anak muda. Bahwa orang Sumbar pernah berjuang disini sebagai syuhada, mau memberikan nyawanya. Menurutnya sebagai pembelajaran, harus dibuat dalam bentuk rincian yang baru dan bisa dimengerti oleh anak-anak muda, apakah dalam bentuk film.

“Jangan biarkan sejarah itu luntur, karena akan timbul ketidakpedulian, dan bermuara kepada ketidaktahuan. Sejarah perjuangan ini kan juga sudah diabadikan menjadi hari bela negara di masa pemerintahan Presiden SBY. Sudah diangkat sebagai peristiwa skala nasional, kita disini menjaga itu dengan memperingatinya setiap tahun,” pungkas Riza. (rm)

Berita Terkait

Jumat, 15 Januari 2021 - 14:10 WIB

“Jangan Biarkan Sejarah Luntur Pada Generasi Muda” Reza Falepi Usulkan Ini..

Berita Terbaru