Disnakerperin Payakumbuh Gelar Pelatihan Ecoprint, Dorong Industri Kreatif Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com – Dalam upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh melalui Bidang Perindustrian menggelar Pelatihan Ecoprint selama empat hari di Aula Disnakerperin, mulai Selasa, (22/04/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh, Ny. Yeni Elzadaswarman. Dalam sambutannya, Yeni mengapresiasi terselenggaranya pelatihan yang dinilai sejalan dengan visi pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Ecoprint tidak hanya memperkenalkan teknik pewarnaan alami, tetapi juga mengangkat potensi lokal serta mendukung prinsip ekonomi berkelanjutan. Saya berharap pelatihan ini menjadi awal tumbuhnya usaha baru di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang ingin mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Ecoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain menggunakan pewarna alami yang diperoleh dari dedaunan, bunga, dan bagian tanaman lainnya. Teknik ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama Widdiyanti dari Canting Buana, seorang praktisi ecoprint nasional yang telah berpengalaman membimbing komunitas perajin di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, menyampaikan bahwa pelatihan ecoprint merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat di sektor industri kecil dan menengah.

“Pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga memberikan wawasan kewirausahaan, agar peserta mampu mengelola produk menjadi usaha yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Elya Harmi menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan dasar yang telah dilakukan sebelumnya. Materi pelatihan meliputi pengenalan bahan alami, teknik pembuatan motif artistik, hingga pengembangan produk seperti tas, jilbab, syal, dan dekorasi rumah berbahan dasar ecoprint.

“Pelatihan ini juga memberi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi identitas visual lokal melalui motif-motif khas daerah, sehingga dapat menjadi ciri khas produk ecoprint Payakumbuh,” terang Elya.

Program ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil, ibu rumah tangga, dan anggota kelompok usaha perempuan. Salah satu peserta, Roni Fitra, mengaku antusias mengikuti pelatihan lanjutan setelah sebelumnya mengikuti pelatihan dasar.

“Dulu saya baru mengenal dasar-dasarnya. Sekarang saya lebih paham cara menciptakan produk yang bernilai jual. Saya ingin menjadikan ini sebagai usaha rumahan yang bisa menambah penghasilan,” ungkap Roni.

Ke depan, Disnakerperin Kota Payakumbuh berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa yang menekankan inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, geliat industri kreatif di Payakumbuh terus tumbuh secara inklusif dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (tpk)

Berita Terkait

Dari Traktor hingga Irigasi, Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar
Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah
Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Dari Traktor hingga Irigasi, Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Upacara, Zulmaeta Dorong Generasi Muda Bergerak

Rabu, 28 Okt 2026 - 07:58 WIB