Lima Puluh Kota | tipikal.com — Suasana duka menyelimuti Nagari Jopang Manganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota. Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta hadir langsung memimpin prosesi takziah sekaligus melepas kepergian Herman Aliunir (69), ayahanda Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha, Selasa, (6/10/2026).
Kehadiran Zulmaeta tidak sekadar menyampaikan belasungkawa. Di hadapan keluarga dan para pelayat, ia turut mengenang almarhum sebagai sosok pendidik berkarakter yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan di Kota Payakumbuh.
Prosesi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Mereka hadir bersama untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang semasa hidupnya dikenal sebagai guru senior di SMKN 1 Payakumbuh, yang dahulu bernama SMEA Payakumbuh.
Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kota Payakumbuh, serta Persatuan Pensiunan Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Herman Aliunir ke Rahmatullah.
Menurut Zulmaeta, jejak pengabdian almarhum tidak hanya tercatat sebagai seorang guru. Herman juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya KNPI dan AMPI, serta dikenal telah melahirkan banyak generasi yang kemudian meraih kesuksesan di berbagai bidang.
“Almarhum merupakan sosok pendidik yang berkarakter. Separuh hidupnya telah diabdikan untuk Kota Payakumbuh sebagai guru senior dan banyak mencetak murid yang sukses,” kata Zulmaeta.
Di hadapan keluarga dan pelayat, Zulmaeta juga menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran Pemko Payakumbuh dan Persatuan Pensiunan telah lebih dahulu memaafkan seluruh kekhilafan almarhum semasa hidup.
Ia sekaligus memohon maaf kepada keluarga apabila selama menjalankan pengabdian sebagai ASN maupun dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat perkataan, sikap, atau perbuatan almarhum yang kurang berkenan.
Zulmaeta kemudian mengingatkan bahwa ada tiga amalan yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia, yakni ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan doa anak yang saleh.
Menurutnya, dua warisan pertama telah ditanamkan almarhum melalui pengabdian panjang sebagai pendidik dan berbagai kebaikan yang dilakukannya semasa hidup.
“Kepada empat anak almarhum, Uul, Rito, Andi, dan Fizan, teruslah mengiringi orang tua dengan doa sebagai anak yang saleh,” pesannya.
Zulmaeta juga mengajak seluruh pelayat memaknai kehadiran di rumah duka sebagai bagian dari ibadah. Mulai dari langkah menuju rumah duka, menyolatkan jenazah, hingga mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir merupakan amal yang memiliki nilai di sisi Allah SWT.
Pada kesempatan itu, Zulmaeta memastikan Pemko Payakumbuh tetap memberikan perhatian kepada keluarga, termasuk memfasilitasi penyelesaian kebutuhan administrasi kepegawaian almarhum sebagai pensiunan ASN Kota Payakumbuh.
Sementara itu, Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha atau Rito, mewakili keluarga besar ahli waris, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan perhatian seluruh pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada ayahandanya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan perhatian para pelayat,” ujar Rito.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila semasa hidup almarhum terdapat perkataan yang menyinggung, sikap yang kurang berkenan, maupun kekhilafan lainnya.
“Kami mohon maaf yang tulus apabila semasa hidup almarhum terdapat kekhilafan, perkataan yang menyinggung, maupun sikap yang salah. Kami juga memohon doa agar almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Usai prosesi takziah dan sambutan, jenazah Herman Aliunir kemudian dibawa ke masjid setempat untuk dishalatkan. Setelah itu, almarhum dimakamkan di pandam pekuburan keluarga. (tpk)






