Payakumbuh Empat Tahun Berturut-turut Wakili Sumbar, Kelurahan Sapaku Tembus Tiga Besar Nasional

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com – Kota Payakumbuh kembali menegaskan eksistensinya dalam kompetisi pembangunan kelurahan tingkat nasional. Tahun 2026, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Kecamatan Payakumbuh Selatan, sukses menembus nominasi tiga besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Regional I Sumatera.

Capaian tersebut sekaligus memperpanjang catatan prestasi Kota Payakumbuh yang selama empat tahun berturut-turut dipercaya menjadi wakil Provinsi Sumatera Barat dalam ajang bergengsi tersebut.

Keseriusan mempertahankan prestasi itu terlihat saat Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyambut langsung kedatangan Tim Penilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melakukan verifikasi faktual di Kelurahan Sapaku, Kamis, (5/11/2026).

Di hadapan tim penilai, Zulmaeta menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh tidak ingin sekadar menyuguhkan laporan dan presentasi yang terlihat bagus di atas kertas. Ia justru mempersilakan tim Kemendagri membuktikan sendiri seluruh capaian dan inovasi yang telah dijalankan di tengah masyarakat.

Sejumlah inovasi unggulan menjadi andalan Kelurahan Sapaku, di antaranya SAPAKU KECE, SAKU TABA, WARBIASA, serta Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPPO PCI). Program-program tersebut diklaim memberikan dampak nyata terhadap penanganan stunting, penguatan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak ingin menampilkan apa yang tidak ada. Silakan Bapak dan Ibu bertanya, melihat, dan memeriksa langsung. Kami percaya apa yang dipaparkan Kelurahan Sapaku merupakan hasil kerja nyata yang dapat dibuktikan di lapangan dan dirasakan masyarakat,” tegas Zulmaeta.

Menurutnya, berbagai capaian tersebut tidak lahir dari kerja satu pihak semata. Soliditas perangkat daerah, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan Kelurahan Sapaku.

Pemko Payakumbuh, lanjutnya, akan terus memperkuat pembinaan kelurahan, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan dasar dan pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap, dengan ikhtiar bersama, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang dapat tampil sebagai yang terbaik. SAPAKU JUARA!” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Kemendagri, Ayu Firman, menjelaskan bahwa verifikasi faktual merupakan tahapan penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi, materi presentasi, dan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kami datang bukan untuk melakukan penilaian ulang, tetapi mengonfirmasi dan memvalidasi kesesuaian antara dokumen maupun presentasi yang telah disampaikan dengan fakta di lapangan,” kata Ayu.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai praktik baik yang dikembangkan Kelurahan Sapaku. Menurutnya, inovasi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, hingga SAKU TABA (Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat) menjadi daya tarik tersendiri.

Program tersebut dinilai mampu memadukan upaya pembangunan wilayah dengan pelestarian adat dan budaya lokal, sehingga kemajuan masyarakat tetap berpijak pada identitas daerah.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Mahdinur. Ia menyoroti kepemimpinan lurah dari kalangan milenial yang dinilai mampu menghadirkan berbagai terobosan dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu potensi unggulan yang mendapat perhatian adalah pengelolaan limbah rumah tangga. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini mulai diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga.

“Harapan kita Sawah Padang Aua Kuniang bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mengembangkan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat,” ungkap Mahdinur.

Verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Kemendagri dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2026. Selanjutnya, hasil penilaian akan dibahas melalui pleno penetapan juara Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Regional I Sumatera pada 10 November 2026.

Rangkaian kunjungan kerja tersebut ditutup dengan prosesi makan bajamba bersama niniak mamak dan masyarakat setempat. Tradisi khas Minangkabau itu sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi pembangunan di Kelurahan Sapaku tetap berjalan beriringan dengan pelestarian adat dan budaya lokal. (tpk)

Berita Terkait

Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Upacara, Zulmaeta Dorong Generasi Muda Bergerak
Peringatan Sumpah Pemuda di Payakumbuh, 40 Pelajar dan Mahasiswa Kebagian Beasiswa
Borong 4 Medali di Malaysia, Gienno Soundana Harumkan Payakumbuh di Panggung Internasional
Zulmaeta Rombak Birokrasi Payakumbuh, 114 Pejabat Dilantik: Tegaskan Trilogi Zuzema
Dedikasi hingga Hari-Hari Terakhir, Kepergian Iwan Tinggalkan Duka bagi Payakumbuh
Tak Hanya Pekerja Formal, Payakumbuh Dorong Petani dan Pedagang Masuk Jaminan Sosial
Imunisasi Dasar Payakumbuh Baru 18,9 Persen, Pemko Gencarkan Program Kejar Bayi dan Balita
Kebakaran Kembali Hantam Pasar Payakumbuh, Puluhan Petak Dagangan Terdampak

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:11 WIB

Payakumbuh Empat Tahun Berturut-turut Wakili Sumbar, Kelurahan Sapaku Tembus Tiga Besar Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Upacara, Zulmaeta Dorong Generasi Muda Bergerak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Payakumbuh, 40 Pelajar dan Mahasiswa Kebagian Beasiswa

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Borong 4 Medali di Malaysia, Gienno Soundana Harumkan Payakumbuh di Panggung Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Zulmaeta Rombak Birokrasi Payakumbuh, 114 Pejabat Dilantik: Tegaskan Trilogi Zuzema

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Upacara, Zulmaeta Dorong Generasi Muda Bergerak

Rabu, 28 Okt 2026 - 07:58 WIB