Solok | tipikal.com — Kontingen taekwondo Kota Payakumbuh harus mengakhiri perjuangannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 dengan torehan satu medali perunggu.
Satu-satunya medali tersebut dipersembahkan Raihan Hidayah yang turun di kelas U-58 kilogram. Raihan harus terhenti di babak semifinal setelah kalah tipis dari Harya Azaria, atlet taekwondo Kabupaten Tanah Datar, di GOR Alimin Sinapa, Kota Solok, Senin, (5/10/2026).
Meski gagal melaju ke final, Raihan tetap memastikan Payakumbuh tidak pulang dengan tangan kosong dari arena taekwondo.
“Alhamdulillah, akhirnya ada medali yang bisa kita bawa pulang ke Payakumbuh. Meski perunggu, tapi tetap harus kita syukuri,” ujar Ketua Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (TI) Kota Payakumbuh, Nofrial Devinta, yang akrab disapa Aey, Selasa, (6/10/2026).
Namun, capaian tersebut belum sesuai dengan target yang sebelumnya dipatok Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Payakumbuh. Kontingen taekwondo ditargetkan mampu meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu pada Porprov kali ini.
Aey pun menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kota Payakumbuh, KONI, serta masyarakat atas belum tercapainya target tersebut.
“Atas nama Pengcab, kami mohon maaf kepada pemerintah, KONI dan juga masyarakat Payakumbuh karena belum bisa memenuhi target. Kami siap menerima konsekuensi,” ujar Aey.
Meski demikian, perjuangan para atlet tetap mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Wali Kota Payakumbuh melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Kontingen Porprov Payakumbuh di Kota Solok yang juga Staf Ahli Wali Kota, Irwan Suwandi, memberikan apresiasi kepada seluruh tim taekwondo.
“Terima kasih buat para atlet, pelatih dan official taekwondo yang sudah berjuang demi nama baik Kota Payakumbuh. Hasil memang belum sesuai harapan,” kata Irwan.
Menurutnya, hasil pertandingan harus menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti berjuang. Ia meminta para atlet dan jajaran pelatih menjadikan pengalaman di Porprov 2026 sebagai modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kita sudah baik, tapi ada yang lebih baik. Jadi tetap semangat. Mari berbenah dan bangkit, kita songsong Porprov mendatang dengan hasil lebih baik,” ajaknya.
Sementara itu, Raihan mengaku telah mengerahkan kemampuan terbaiknya sepanjang pertandingan. Namun, ia harus mengakui keunggulan lawan dan menerima hasil akhir dengan lapang dada.
“Ini baru yang bisa Raihan persembahkan buat Payakumbuh, Pak. Mohon maaf belum bisa dapat emas,” ujar Raihan lirih usai pertandingan.
Pada Porprov Sumbar XVI 2026, Kota Payakumbuh mengirimkan 10 atlet taekwondo untuk bertanding pada 10 kategori. Namun, hanya satu medali yang berhasil dibawa pulang dari cabang olahraga tersebut.
Capaian ini sekaligus menjadi penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya di Kabupaten Padang Pariaman. Ketika itu, taekwondo Payakumbuh mampu menyumbangkan dua medali perak dan tiga medali perunggu.
Aey memastikan hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Payakumbuh.
“InsyaAllah, hasil ini akan segera kami evaluasi. Kami juga mohon saran dan masukan agar ke depan kita bisa meraih prestasi lebih baik,” pungkas Aey didampingi Iwan yang juga merupakan pelatih taekwondo. (tpk)






