Payakumbuh | tipikal.com — Kota Payakumbuh kembali menunjukkan keseriusannya membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat. Tahun ini, Pemko Payakumbuh tak hanya tampil dalam satu kategori, tetapi membidik dua kategori pada Lomba Adhi Karya Pangan Nusantara (APN) Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026.
Kesiapan tersebut terlihat saat Tim Penilai Lomba APN Sumatera Barat yang dipimpin Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Iqbal Ramadi Payana bersama rombongan datang melakukan penilaian di Aula Kantor Camat Payakumbuh Selatan, Rabu, (30/9/2026).
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Yasrizal mengatakan, ketahanan pangan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pangan membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga berbagai pemangku kepentingan.
“Ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan masyarakat, kelompok tani, kelurahan, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Yasrizal.
Ia mengapresiasi masyarakat yang selama ini telah mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan sektor pangan di Kota Payakumbuh.
Menurutnya, keikutsertaan Kelompok Tani Padang Cubadak Indah menjadi bukti bahwa masyarakat dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Ini merupakan bentuk nyata peran aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan di Kota Payakumbuh,” katanya.
Yasrizal juga meminta Lurah Koto Tuo Limo Kampuang dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah di tingkat kelurahan mampu menggerakkan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, Lomba APN tidak semestinya dipandang sekadar sebagai ajang mengejar penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan berbagai praktik baik dan inovasi yang telah dijalankan masyarakat bersama pemerintah daerah.
Pemko Payakumbuh, kata dia, juga berharap tim penilai dapat memberikan penilaian secara objektif sekaligus menyampaikan masukan dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan perbaikan ke depan.
Pada Lomba APN 2026, Payakumbuh tampil pada dua kategori, yakni Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan dan Kategori Pembina Ketahanan Pangan.
Untuk kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, Payakumbuh diwakili Kelompok Tani Padang Cubadak Indah, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan.
Sementara kategori Pembina Ketahanan Pangan diwakili Lurah Koto Tuo Limo Kampuang, Kecamatan Payakumbuh Selatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan, berbagai program strategis telah dijalankan pemerintah kota untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Fokusnya meliputi penguatan produksi dan ketersediaan pangan, pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal, pemberdayaan kelompok tani, serta pengembangan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” jelasnya.
Upaya tersebut juga berjalan beriringan dengan program pengendalian inflasi, khususnya melalui sektor pangan.
Pemko Payakumbuh, lanjut Edvidel, terus melakukan pengendalian pasokan dan harga pangan, menggelar Gerakan Pangan Murah, serta memanfaatkan data untuk memantau potensi kerawanan pangan.
Dalam tahapan penilaian, tim provinsi melakukan presentasi dan pendalaman materi terhadap dua peserta yang mewakili Payakumbuh. Kelompok Tani Padang Cubadak Indah dan Lurah Koto Tuo Limo Kampuang memaparkan berbagai program, inovasi, serta capaian yang telah dilakukan.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan peninjauan lapangan. Tim penilai melakukan verifikasi langsung terhadap kegiatan di Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang serta Kelompok Tani Padang Cubadak Indah.
Rangkaian penilaian ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari Tim Penilai Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.
Pemko Payakumbuh berharap momentum APN 2026 tidak berhenti pada proses kompetisi. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan bertumpu pada kekuatan masyarakat.
Dengan dua kategori yang diikuti tahun ini, Payakumbuh sekaligus ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari kelurahan, kelompok masyarakat, hingga pemerintah daerah. (tpk)






