Bukan Cuma Timbang Balita! 171 Posyandu di Payakumbuh Kini Layani Warga dari Bayi hingga Lansia

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com – Jangan lagi bayangkan Posyandu hanya sebagai tempat menimbang bayi dan balita. Di Kota Payakumbuh, wajah Posyandu kini berubah total.

Sebanyak 171 Posyandu aktif di Kota Payakumbuh telah menerapkan konsep Posyandu Siklus Hidup. Artinya, pelayanan tak lagi berhenti pada urusan ibu dan anak, tetapi menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Transformasi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Payakumbuh. Pemko melalui Dinas Kesehatan bersama Tim Pembina Posyandu menggelar serangkaian kegiatan sepanjang Juli 2026 untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kemampuan kader, sekaligus memastikan Posyandu mampu menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

Puncak kegiatan digelar di Aula Josrizal Zain, Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Kamis, (23/7/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala DP3AP2KB, para camat, kepala puskesmas, lurah, Ketua TP Posyandu kecamatan dan kelurahan, serta kader Posyandu berprestasi.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, menegaskan transformasi Posyandu bukan sekadar perubahan nama atau kelembagaan.

Ada tiga perubahan besar yang kini harus dijalankan Posyandu, yakni transformasi pelayanan, kelembagaan, dan pembinaan.

Jika sebelumnya Posyandu berfokus pada pelayanan kesehatan dasar, kini layanannya diperluas mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat,” kata Nofriwandi.

Dengan perubahan itu, Posyandu dituntut tak hanya aktif ketika hari pelayanan tiba. Posyandu harus mampu menjadi bagian dari sistem pelayanan masyarakat yang terintegrasi dan hadir menjawab kebutuhan warga.

Dari sisi kelembagaan, Posyandu juga mengalami perubahan mendasar. Posyandu bertransformasi dari Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat menjadi lembaga kemasyarakatan kelurahan.

Konsekuensinya, Posyandu wajib memiliki Surat Keputusan Kepala Kelurahan dan turut berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan kelurahan sebagai mitra pemerintah di tingkat kelurahan,” ujarnya.

Tak berhenti di sana, pola pembinaan juga berubah. Pembinaan yang sebelumnya dilakukan melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu kini dilaksanakan Tim Pembina Posyandu secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga kelurahan.

Transformasi tersebut perlu diikuti dengan percepatan penataan kelembagaan, penguatan sinergi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas Posyandu dan Tim Pembina Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta, menyebut perubahan besar Posyandu tidak akan berjalan tanpa peran para kader.

Menurutnya, kader merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Mereka menjadi penghubung antara keluarga dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Keberhasilan Posyandu tidak mungkin dicapai tanpa dedikasi para kader yang selama ini mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya dengan penuh keikhlasan untuk melayani masyarakat,” ujar Eni.

Ia juga menegaskan, lomba Posyandu tidak boleh dipandang sekadar sebagai kompetisi untuk mengejar juara.

Sebaliknya, lomba menjadi momentum untuk mengukur kualitas pelayanan sekaligus menemukan berbagai kekurangan yang harus diperbaiki.

Kami percaya setiap masukan dari tim penilai akan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan Posyandu yang semakin maju, mandiri, aktif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, mengatakan perubahan Posyandu sejalan dengan agenda besar transformasi kesehatan nasional, khususnya transformasi layanan primer.

Dalam sistem baru ini, pelayanan kesehatan primer dilaksanakan melalui puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Posyandu dengan dukungan tenaga kesehatan serta kader.

Pada era transformasi layanan primer, Posyandu memberikan pelayanan kepada seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia,” jelas dr. Yanti.

Bahkan, pelayanan diperkuat dengan kunjungan rumah oleh kader secara terencana dengan pendampingan tenaga kesehatan.

Artinya, Posyandu ke depan tidak sekadar menunggu warga datang untuk mendapatkan pelayanan. Kader dituntut lebih aktif mendeteksi persoalan kesehatan masyarakat dan memastikan warga yang membutuhkan mendapat pendampingan.

Untuk mempercepat perubahan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh sebelumnya telah menggelar Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis bagi Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan pada 20–21 Juli 2026.

Kegiatan itu membahas kebijakan transformasi Posyandu, penyusunan rencana kerja Tim Pembina Posyandu, hingga penyelarasan program dengan Rencana Kerja TP Posyandu Bidang Kesehatan Kota Payakumbuh.

Para kader juga terus didorong menguasai 25 keterampilan dasar Posyandu, sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan transformasi ini, Pemko Payakumbuh ingin menjadikan Posyandu bukan lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan rutin, melainkan simpul pelayanan masyarakat yang aktif, terintegrasi, dan hadir sepanjang siklus kehidupan warga.

Di bawah arah pembangunan Wali Kota Zulmaeta yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan dasar sebagai salah satu prioritas, Posyandu diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga sehat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan Payakumbuh yang sehat, mandiri, serta sejahtera. (tpk)

Berita Terkait

Pasar Ibuh Blok Barat Disiapkan Naik Kelas, Pemko Payakumbuh Matangkan Konsep Pembangunan
Payakumbuh Gelontorkan 420 Ton Beras, Zulmaeta Kawal Agar Tepat Sasaran
Tujuh Fraksi DPRD Setujui Perubahan APBD 2026, Pendapatan Payakumbuh Naik Rp138,83 Miliar
Wali Kota Payakumbuh Tegaskan PPPK Jangan Terjebak Rutinitas: Yang Dilihat Adalah Hasilnya
Tak Cukup Sekedar Selesai, Zulmaeta Perketat Pengawasan Proyek Pemko, Berkualitas dan Bebas Pungli
25 Kader Terbaik Payakumbuh Dilepas ke Jambore PKK Sumbar, Zulmaeta: Tampil Kreatif dan Bawa Nama Daerah
Semarak Pawai HUT RI di Payakumbuh, 113 Kontingen Unjuk Kreativitas
Pendapatan Payakumbuh Naik Rp139 Miliar dalam Perubahan APBD 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:09 WIB

Pasar Ibuh Blok Barat Disiapkan Naik Kelas, Pemko Payakumbuh Matangkan Konsep Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 07:45 WIB

Payakumbuh Gelontorkan 420 Ton Beras, Zulmaeta Kawal Agar Tepat Sasaran

Kamis, 3 September 2026 - 01:20 WIB

Tujuh Fraksi DPRD Setujui Perubahan APBD 2026, Pendapatan Payakumbuh Naik Rp138,83 Miliar

Rabu, 2 September 2026 - 19:27 WIB

Wali Kota Payakumbuh Tegaskan PPPK Jangan Terjebak Rutinitas: Yang Dilihat Adalah Hasilnya

Selasa, 1 September 2026 - 18:37 WIB

25 Kader Terbaik Payakumbuh Dilepas ke Jambore PKK Sumbar, Zulmaeta: Tampil Kreatif dan Bawa Nama Daerah

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh

Payakumbuh Gelontorkan 420 Ton Beras, Zulmaeta Kawal Agar Tepat Sasaran

Jumat, 4 Sep 2026 - 07:45 WIB

Opini

MENGELOLA ISPU AGAR TAK ISPA

Rabu, 2 Sep 2026 - 11:08 WIB