Payakumbuh | tipikal.com — Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menghadiri acara Khatam Al-Qur’an 47 santri di Mushalla Darul Hikmah, Cubadak Aia, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu, (24/6/2026).
Sebanyak 47 santri yang terdiri dari 22 santri dan 25 santriwati berhasil menyelesaikan pembelajaran membaca Al-Qur’an. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid, tokoh masyarakat, pengurus mushalla, para orang tua santri, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah menuntaskan pembelajaran Al-Qur’an. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat sekaligus menjadi langkah awal dalam memperdalam pemahaman agama.
Menurutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh terus berkomitmen mendorong penguatan pendidikan agama sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Ia mengatakan, kegiatan Khatam Al-Qur’an tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi yang memiliki landasan spiritual kuat dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Pemerintah Kota Payakumbuh sangat mendukung anak-anak kita dalam menuntut dan memperdalam ilmu agama. Momentum Khatam Al-Qur’an ini adalah bukti nyata sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam membentengi moral generasi muda,” kata Elzadaswarman.
Ia menambahkan, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak-anak agar tidak kehilangan arah dan nilai-nilai kehidupan.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta kepribadian anak sejak usia dini.
“Perkembangan zaman saat ini sangat cepat dan dinamis. Kondisi ini menuntut kita semua sebagai orang tua untuk lebih adaptif dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Elzadaswarman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat pendidikan agama dan pelestarian nilai-nilai budaya sebagai benteng moral generasi muda.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai adat dan agama yang menjadi falsafah hidup masyarakat Minangkabau harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Kita dituntut memberikan pemahaman yang lebih mendalam, baik secara spiritual keagamaan maupun adat istiadat. Mari kita jaga anak-anak kita dengan memegang teguh filosofi Minangkabau, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato, Adat Mamakai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid mengapresiasi dedikasi para orang tua, guru mengaji, dan masyarakat yang terus mendukung penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.
Menurut Hendri, keberhasilan para santri menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an merupakan hasil kolaborasi yang baik antara keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mencetak generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman terus memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing. (tpk)






