Payakumbuh | tipikal.com — Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat komitmen dalam mendukung pendidikan karakter berbasis agama melalui sinergi bersama pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman saat menghadiri Wisuda Tahfiz dan Pelepasan Santri Kelas IX MTs Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum di Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Selasa, (12/5/2026).
Dalam sambutannya, Elzadaswarman mengatakan keberadaan hafiz dan hafizah menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak di Kota Payakumbuh.
“Kehadiran hafiz dan hafizah ini bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga menjaga keberkahan di Kota Payakumbuh. Kita membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual dan tetap rendah hati dengan tuntunan Al-Qur’an,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum mewisuda 13 santri program tahfiz Al-Qur’an serta melepas 32 santri kelas IX MTs yang telah menyelesaikan pendidikan.
Elzadaswarman menyampaikan apresiasi kepada pihak pondok pesantren yang dinilai konsisten membina generasi muda melalui pendidikan agama dan pembentukan karakter.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan selamat kepada para santri yang diwisuda dan dilepas hari ini. Ini adalah keberhasilan besar dalam menjaga kalam Allah di tengah proses pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan Pemko Payakumbuh akan terus mendukung pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi berakhlak, berilmu dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak-anak kita. Pemerintah akan terus bersinergi menghadirkan program-program pendidikan yang relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” tambahnya.
Kepada para santri, Elzadaswarman berpesan agar terus melanjutkan pendidikan, menjaga hafalan Al-Qur’an dan mempertahankan akhlak pesantren di mana pun berada.
“Kalian adalah wajah masa depan Kota Payakumbuh. Jangan tinggalkan hafalan dan akhlak yang telah dibentuk selama di pesantren,” pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Zunijar Ibrahim mengatakan seluruh santri kelas IX telah menyelesaikan ujian madrasah, praktik ibadah dan ujian kepribadian.
“Mereka sudah kami bekali dengan ilmu agama, keterampilan hidup dan tadabur Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menambahkan, 13 santri tahfiz yang diwisuda telah melalui proses seleksi dan ujian hafalan yang ketat, mulai dari setoran harian hingga sidang tahfiz di hadapan dewan penguji.
“Kami berharap mereka menjadi duta Al-Qur’an di mana pun melanjutkan pendidikan,” tutupnya. (tpk)






