Riza Falepi Bantah Pernyataan “Gas Pol” Terkait Sengketa Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Polemik pemberitaan terkait sengketa pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh kembali mencuat. Mantan Wali Kota Payakumbuh dua periode, Riza Falepi, secara tegas membantah pemberitaan salah satu media yang menuliskan dirinya menggunakan kalimat “gas pol ” dalam menanggapi persoalan tersebut.

Riza menegaskan, pernyataan itu tidak pernah ia ucapkan dalam keterangan kepada media mana pun. Ia menyayangkan adanya penulisan yang dinilai tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Saya tidak pernah bilang ‘gas pol’. Yang saya sampaikan adalah carilah jalan tengah agar kebutuhan masyarakat akan pasar bisa terlayani dengan baik,” tegas Riza, Sabtu, (17/01/2026).

Menurut Riza, dalam kondisi ekonomi yang sulit seperti saat ini, ketika anggaran masih tersedia seharusnya dapat dimanfaatkan secara bijak untuk kepentingan masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tanpa titik temu antara pihak-pihak terkait, anggaran tersebut berpotensi ditarik pusat kembali.

Anggaran tersedia harusnya ketika ekonomi dalam kondisi sulit ini bagusnya jangan ditolak. Tapi kalau tidak ada titik temu, maka anggaran itu dapat ditarik kembali oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kebijaksanaan dalam mengambil keputusan adalah dengan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan egosentris sesaat. Menurutnya, nagari dan Pemerintah Kota Payakumbuh harus saling menghargai dan memahami porsi masing-masing demi menemukan jalan tengah yang adil.

Riza juga secara khusus meminta rekan-rekan insan pers agar tidak berspekulasi menuliskan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang ia ucapkan hanya demi mengejar sensasi semata.

Saya minta kepada kawan-kawan awak media agar tidak menulis apa yang tidak pernah saya ucapkan hanya demi membuat berita terlihat menarik,” katanya.

Ia mengakui, kondisi tersebut kerap membuat dirinya enggan memberikan pernyataan kepada media karena pengalaman pemberitaan yang tidak sinkron dengan apa yang disampaikannya saat wawancara.

Kadang kita enggan memberi statement karena tidak jarang apa yang ditulis tidak sesuai dengan apa yang kita sampaikan,” ulasnya.

Dalam keterangannya, Riza juga menyinggung kondisi fiskal nasional. Ia menyebutkan bahwa secara data dan fakta, pemerintah saat ini menghadapi beban hutang besar yang berdampak pada kebijakan efisiensi, termasuk pemangkasan transfer ke daerah.

Pemerintah pusat sekarang harus berhemat, dan dampaknya pemerintah daerah juga harus berhemat ketat,” katanya.

Riza turut mengingatkan peran historisnya saat menjabat sebagai Wali Kota Payakumbuh, di mana ia berani mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) yang mengakui hak nagari dalam pengelolaan pasar, meski saat itu berisiko terhadap jabatan politiknya.

Mungkin saya satu-satunya Wali Kota yang berani membuat Perda agar status pasar tidak mengabaikan nagari. Taruhannya waktu itu adalah jabatan periode kedua,” ungkapnya.

Ia menilai, apabila konsep Perda tersebut dijalankan secara konsisten, maka polemik pembangunan pasar yang terjadi saat ini seharusnya dapat dihindari. Perda tersebut, kata Riza, secara eksplisit mengakui hak ulayat nagari sekaligus memuat tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.

Menutup pernyataannya, Riza mengajak seluruh pihak untuk tidak memperkeruh suasana dan fokus mencari solusi bersama.

Nggak usah lah kita ribut-ribut, ndak ada gunanya. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Masyarakat membutuhkan pasar, dan mendapatkan anggaran sekarang sangat susah,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak dapat mengawal dan memperjuangkan anggaran pembangunan pasar secara bersama-sama agar tidak gagal akibat polemik berkepanjangan.

Pasar adalah tempat berjual beli saudara kita masyarakat Payakumbuh dan Lima Puluh Kota. Kalau terlalu lama berlarut-larut, akan terjadi kemunduran atau bahkan kegagalan. Semoga Payakumbuh kedepan makin baik,” tutup Riza. (tpk)

Berita Terkait

DPRD Payakumbuh Resmi Sahkan Perda Penanaman Modal
ROC Chapter Payakumbuh Resmi Dikukuhkan, Perkuat Persaudaraan dan Aksi Sosial
Pemko dan Kementerian PUPR Matangkan Strategi Rekonstruksi Pasar Payakumbuh
Apel Bersama KORPRI, ASN Payakumbuh Didorong Jadi Teladan Pelayanan Publik
Perkuat PAD, Payakumbuh Bergabung dalam Program Optimalisasi Data Perpajakan
Kontroversi Kepala Daerah Buka Praktik Dokter, Ini Penjelasan Ahli dan Kemendagri
Mantan Wali Kota Riza Falepi Tanggapi Isu Tapal Batas dan Pembangunan Pasar Payakumbuh
Cabuli Anak 7 Tahun, Seorang Pria Diciduk Polisi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:28 WIB

Riza Falepi Bantah Pernyataan “Gas Pol” Terkait Sengketa Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Rabu, 24 Desember 2025 - 09:26 WIB

DPRD Payakumbuh Resmi Sahkan Perda Penanaman Modal

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:09 WIB

ROC Chapter Payakumbuh Resmi Dikukuhkan, Perkuat Persaudaraan dan Aksi Sosial

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:36 WIB

Pemko dan Kementerian PUPR Matangkan Strategi Rekonstruksi Pasar Payakumbuh

Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:07 WIB

Apel Bersama KORPRI, ASN Payakumbuh Didorong Jadi Teladan Pelayanan Publik

Berita Terbaru