Wako Rida Ananda Serukan Gerakan Tanaman Pangan Cepat Panen Antisipasi Dampak Inflasi

- Jurnalis

Jumat, 11 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan inflasi terus digalakan oleh Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda. Instruksi Rida direspon oleh jajarannya dan masyarakat, tak terkecuali di Kelurahan Napar Kecamatan Payakumbuh Utara.

Lurah Alrinaldi menindaklanjuti instruksi itu dengan mengeluarkan Surat No. 400/59/NP-PU/X/2022 Perihal Himbauan Tanam Pangan Cepat Panen Antisipasi Kemiskinan Ekstrem dan Tekan Angka Inflasi tertanggal 6 Oktober 2022.

Dalam surat tersebut berisi himbauan kepada seluruh warga Kelurahan Napar agar melakukan gerakan tanam pangan cepat panen dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan-lahan kosong yang masih ada.

Kemudian masyarakat menanam bahan pangan dan sayuran yang mudah dipanen seperti cabe, bawang, tomat, terong, saledri, wortel, bayam, kangkung serta sayuran lainya.

“Kita juga menghimbau masyarakat untuk menanam tanaman cepat panen tersebut dengan sistem hidroponik/polibag bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan,” kata Lurah Alrinaldi saat dihubungi media, Jumat (11/11/22) pagi.

Lurah menambahkan, nanti bagi warga masyarakat yang terkendala dalam hal bibit atau pupuk untuk melapor pada kelurahan dan akan dikoordinasikan bantuan melalui Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan.

“Kita siap meminta pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan dari PPL yang telah ditugaskan sehingga gerakan ini dapat berjalan efektif serta menguntungkan bagi seluruh warga masyarakat,” tegasnya.

Jauh-jauh hari, sebelum adanya surat himbauan lurah tersebut, ternyata Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Bunda binaan Kelurahan Napar Mildawati beserta anggota juga telah melakukan penanaman tanaman pangan cepat panen di lahan mereka. Terbukti, sampai tanggal 11 November ini, tanaman yang ditanam telah membuahkan hasil dengan telah Panen sebanyak 2 kali.

“Hasil panen kami telah dibagikan kepada anggota kelompok dan juga pada masyarakat sekitar. Semoga hasil panen tersebut dapat mengurangi beban ekonomi ibu-ibu anggota KWT serta warga Kelurahan Napar mengingat harga bahan kebutuhan pokok saat ini masih cukup tinggi,” kata Mildawati.

Dengan keberhasilan ini, Mildawati menyebut kedepan KWT Harapan Bunda Kelurahan Napar akan lebih mengembangkan lahan guna menanam tanaman cepat panen yang sejenis saja sehingga diharapkan hasilnya akan lebih maksimal.

“Selain itu kedepan juga akan dibangun pondok pembibitan dan benih yang bertujuan untuk dibagikan kepada warga secara gratis,” ungkapnya.

Disamping kegiatan Kebun KWT, Alrinaldi Lurah Napar juga menyampaikan bahwa di Kantor Kelurahan Napar juga telah ditanam berbagai jenis tanaman pangan cepat guna memotivasi serta memberi contoh kepada warga agar melakukan hal yang sama sehingga kegiatan upaya penangulangan kemiskinan ekstrem dan meredam dampak inflasi ini dapat berjalan secara efektif.

“Untuk mendukung hal itu kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh dan dalam waktu dekat akan segera dibagikan bantuan pupuk kandang, pupuk NPK, polibag, serta benih siap tanam. Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan oleh Kelurahan kepada KWT serta warga yang membutuhkan. Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut akan lebih meningkatkan minat warga untuk terus membudidayakan tanaman cepat panen ini di rumah masing-masing sehingga dampak kemiskinan ekstrim dan inflasi yang terjadi tidak begitu terasa oleh warga masyarakat,” pungkasnya.

Dihubungi secara terpisah, Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda menyampaikan harapan mudah-mudahan inflasi di Sumbar khususnya di Kota Payakumbuh bisa dikendalikan, dibuktikan dengan stabilnya harga di pasar.

Terkait dengan komoditi cabe, dengan banyaknya petani cabe yang panen saat ini, Rida berharap jangan sampai harga cabe jauh merosot, malah nanti imbasnya petani yang merugi.

“Intinya bagaimana harga pasar dapat dikendalikan, kami Pemerintah Daerah melalui OPD terkait berupaya menstabilkan harga cabe, agar nilai jual cabe jangan sampai terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga konsumen tidak kemahalan dan petani tidak mengalami kerugian,” pungkasnya. (tpk)

Berita Terkait

Dari Traktor hingga Irigasi, Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar
Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah
Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Dari Traktor hingga Irigasi, Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Berita Terbaru