Wako Rida Ananda Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Kedua Bersama Kemendagri

- Jurnalis

Senin, 31 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Pemerintah Kota Payakumbuh kembali mengikuti Rapat Koordinasi (rakor) secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri dalam rangka pengendalian inflasi nasional Ruang Randang Lt. II Balai Kota Payakumbuh, Senin (31/10/22).

Adapun rakor pengendalian inflasi ini adalah rakor kedua dalam waktu yang diestimasikan oleh Kemendagri, yaitu setiap hari Senin selama 3 minggu berturut-turut. Wali Kota Rida Ananda tampak didampingi oleh Plt Sekretaris Daerah Dafrul Pasi dan kepala OPD se Kota Payakumbuh.

Dalam kesempatan tersebut Kemendagri Tito Karnavian menyebutkan bahwa inflasi kelompok transportasi diredam oleh deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Per September 2022, kelompok transportasi seperti bensin, solar, angkutan antar kota memberikan andil inflasi sebesar 1,08 persen, sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen,” ujar Tito.

Kemudian Tito juga menyampaikan bahwa daerah harus rajin berkolaborasi untuk menanggulangi inflasi di daerah masing-masing.

“Pemerintah daerah harus melakukan intervensi secara detail terhadap sektor-sektor yang memiliki kemungkinan terjadinya inflasi, sehingga nantinya akan lahir kolaborasi antar stakeholder,” tegas Tito.

Sementara itu, berdasarkan pemuktahiran laporan 51 Pemkot per 28 Oktober 2022, 18.00 WIB (Data Diolah) oleh Ditjen Bina Keuangan, Payakumbuh diketahui termasuk 10 Daerah Tertinggi yang Persentase Realisasi Pendapatan APBD Kota se-Indonesia TA 2022.

Hal ini turut menjadi angin segar bagi perkembangan proses pengendalian inflasi bagi Pemerintah Kota Payakumbuh. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Tito, Wako Rida Ananda juga menyampaikan hal yang selaras dalam amanatnya di apel pagi, Senin (31/10/22).

“Saya harap, kita bersama dapat memberikan perhatian lebih dalam proses pengentasan inflasi, kemiskinan ekstrem, dan stunting di Kota Payakumbuh. Jangan sampai kita abai dan tidak peduli dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan di sekitar kita,” harap Rida.

Lebih lanjut, Rida menyampaikan bahwa komoditas di Payakumbuh mayoritas sudah mengalami kestabilan harga sejak beberapa waktu lalu.

“Hanya satu atau dua komoditas yang mengalami kenaikan, itupun tidak terlalu signifikan. Kita akan terus lakukan pemantauan, ini bentuk komitmen kita terhadap pengentasan problematika ekonomi di Kota Payakumbuh,” pungkas Rida. (tpk)

Berita Terkait

Dari Traktor hingga Irigasi, Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar
Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah
Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang
Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian
Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi
IHR Merdeka Cup 2026 Kembali Digelar di Payakumbuh, Padukan Tradisi Minangkabau dan Pacuan Kuda Modern
Langgar Kode Etik, 2 Personil Polres Payakumbuh di PTDH
42 Motor Knalpot Brong Digulung Polres Payakumbuh, Mayoritas dari Luar Daerah

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Dari Traktor hingga Irigasi, Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Solidaritas di Puncak Bidadari, Nakes Payakumbuh Layani Atlet dari Berbagai Daerah

Senin, 7 September 2026 - 09:45 WIB

Pemko Payakumbuh: Pasar Blok Barat Aset Daerah, Bukan Milik Pedagang

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Proyek Shelter Rp.4.4 M Jadi Sorotan, Harga Turun Mutu Dipertanyakan, K3 Diabaikan, Rumah Ibadah Jadi Hunian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Dandim 0306/50 Kota Ajak SMSI Luak 50 Perkuat Sinergi

Berita Terbaru