Payakumbuh | tipikal.com — Suasana silaturahmi Idulfitri yang hangat dan penuh keakraban terlihat di Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Sabtu, (21/3/2026).
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menerima kunjungan mantan Wali Kota Payakumbuh dua periode, Riza Falepi, Dt Rajo Kaampek Suku, yang datang bersama istrinya dalam rangka mempererat silaturahmi di momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Pertemuan tersebut berlangsung santai namun penuh makna. Keduanya tampak berbincang akrab sambil bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan, mulai dari perkembangan pembangunan daerah hingga dinamika situasi global yang tengah terjadi.
Suasana pertemuan semakin terasa hangat karena hubungan keduanya tidak hanya sebatas sebagai tokoh daerah, tetapi juga memiliki kedekatan secara personal sejak lama.
Riza Falepi diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Eni Muis, istri Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta. Hal itu menjadikan silaturahmi tersebut tidak sekadar pertemuan formal, tetapi juga sebagai pertemuan keluarga.
Selain memiliki hubungan kekerabatan, Riza Falepi dan Zulmaeta juga memiliki kenangan masa kecil yang sama. Keduanya pernah menempuh pendidikan di SD Negeri 5 Torok.
Fakta tersebut menjadi cerita menarik, karena dari sekolah dasar tersebut lahir dua tokoh yang sama-sama dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Payakumbuh sebagai wali kota.
Tidak hanya itu, hubungan keluarga mereka juga telah terjalin sejak lama. Orang tua Riza Falepi dan orang tua Zulmaeta diketahui pernah sama-sama berjualan padi dan beras di kawasan Koto Nan Gadang pada masa lalu.
Bahkan, keduanya berjualan di tempat yang sama, yakni di salah satu lokasi penggilingan padi yang cukup dikenal masyarakat pada masa itu.
Dalam kesempatan tersebut, Riza Falepi juga menyampaikan sejumlah pandangannya terkait situasi global yang menurutnya mulai menunjukkan perkembangan yang kurang baik bagi daerah.
Ia menyoroti konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang berpotensi menimbulkan eskalasi geopolitik yang lebih besar.
Menurutnya, konflik tersebut berpotensi memberikan dampak luas apabila ketegangan terus meningkat.
“Melihat perkembangan perang yang terjadi saat ini, bukan tidak mungkin eskalasi bisa meningkat dan mengarah pada perang yang lebih besar, bahkan bisa saja berujung pada perang nuklir atau perang dunia ketiga. Tentu saja hal ini akan berdampak luas bagi seluruh dunia,” kata Riza Falepi.
Selain membahas geopolitik global, ia juga menyinggung kondisi ekonomi nasional yang dinilai tengah menghadapi tantangan cukup berat.
Menurutnya, salah satu faktor yang menjadi tekanan bagi perekonomian nasional adalah besarnya beban pembayaran cicilan utang dan bunga negara yang nilainya mencapai lebih dari Rp1.000 triliun.
Kondisi tersebut, kata dia, memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dampaknya kemudian terasa pada berbagai kebijakan efisiensi yang diterapkan di berbagai sektor pemerintahan.
“Dengan kondisi ekonomi seperti ini, efisiensi besar-besaran terjadi di berbagai lini dan tentu saja semua daerah akan ikut terdampak,” ujarnya.
Riza Falepi menilai situasi yang semakin menantang tersebut perlu diantisipasi secara bersama oleh seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga suasana yang kompak dan dialogis di tengah masyarakat agar pembangunan daerah tetap dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) juga memiliki peran penting dalam membantu kepala daerah menjalankan roda pemerintahan.
“ASN harus membantu wali kota dengan memberikan masukan serta informasi yang benar, bukan sekadar menyenangkan pimpinan sehingga melupakan substansi, apalagi jika memiliki agenda sendiri yang berbeda dengan visi dan misi pimpinan,” katanya.
Riza juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara pemimpin dengan berbagai elemen masyarakat.
Ia menilai komunikasi antara kepala daerah dengan masyarakat, DPRD, serta tokoh masyarakat harus terus dijaga agar tercipta suasana yang kondusif.
“Dengan kondisi yang sedang tidak mudah ini, kita perlu membangun suasana yang dialogis. Pemimpin harus terus berkomunikasi dengan masyarakat, dengan DPRD, serta dengan para tokoh daerah. Kita harus kompak agar bisa bersama-sama membangun Payakumbuh,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam menyampaikan pandangan kepada pemimpin, setiap pihak harus tetap menjaga etika dan cara yang santun.
“Dalam berkomunikasi dengan pak wali kota, sampaikanlah informasi yang objektif, terukur, dan dengan cara-cara yang santun. Kalaupun tidak langsung diterima atau bahkan ditolak, jangan marah. Sampaikan saja apa adanya, karena beliau juga manusia yang tentu akan mempertimbangkan berbagai hal,” papar Riza.
Menurutnya, sikap emosional justru dapat membuka ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk memasukkan agenda politik yang tidak sehat.
“Bisa saja ke depan kondisi lebih berat dan lebih sulit. Karena itu mari kita bangun suasana yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak. Kompak-kompak sajalah,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta juga menyampaikan pandangan yang sejalan terkait pentingnya menjaga kekompakan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Ia menilai situasi global saat ini juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi perekonomian daerah. Karena itu, menurutnya seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan.
“Situasi dunia saat ini tentu memiliki dampak terhadap perekonomian, termasuk bagi daerah. Karena itu kita harus tetap kompak, menjaga persatuan, dan saling bahu-membahu dalam membangun Payakumbuh,” kata Zulmaeta.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menyampaikan masukan secara objektif dan konstruktif demi kemajuan daerah.
“Kalau ada yang ingin disampaikan, sampaikanlah dengan baik dan objektif,” ujarnya.
Zulmaeta juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri terhadap siapa pun yang ingin memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah saja tanpa dukungan dari berbagai pihak.
“Dalam membangun kota ini saya tidak akan pernah menutup diri dari siapa pun. Kita membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, termasuk para tokoh daerah,” katanya.
Ia menilai kebersamaan merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Payakumbuh.
“Tanpa kebersamaan dan kerja sama yang solid dari seluruh elemen masyarakat serta tokoh-tokoh daerah, saya yakin upaya membangun Kota Payakumbuh tidak akan berjalan dengan sukses. Kita harus bersatu dalam satu tujuan untuk mewujudkan Payakumbuh yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis,” tutupnya. (tpk)






