Riza Falepi : Jangan Ada Tangis Covid-19 Di Payakumbuh

0
95
loading...

Payakumbuh, tipikal.com — Wali Kota H. Riza Falepi, mengaku prihatin, menyaksikan warga kota yang mulai lengah dengan protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19. Selaku Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Payakumbuh, wali kota mengajak seluruh unsur gugus tugas, jangan pernah berhenti melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait Covid-19.

Ditemui awak media di Payakumbuh, Selasa (4/8), wali kota menyebut data Covid-19 di Sumatra Barat cenderung memburuk dan membentuk cluster baru di tempat kerja pemerintahan. Wali kota tidak menginginkan, di antara warga kota yang terserang Covid-19. Apalagi sampai meninggal dunia.

“Jangan ada tangis warga akibat terpapar Covid-19 di Payakumbuh,” tegas wali kota.

Dikatakan, berdasarkan data gugus tugas provinsi, kasus tertinggi terjadi 31 Juli 2020, dengan 41 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Mayoritas, adalah pegawai pemerintah dan tenaga kesehatan. Senin kemarin, masih tercatat 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Total positif di Sumbar sudah mencatat 972 orang, sembuh 770 orang, meninggal 34 orang dan masih menjalani isolasi mandiri 168 orang.

Terkait dengan kasus dimaksud, Gubernur Irwan Prayitno dan Wali Kota Riza Falepi, sama-sama mengeluarkan surat edaran, agar semua ASN, karyawan BUMN/BUMD dan anggota TNI/Polri yang melakukan perjalanan keluar Sumatra Barat, wajib menjalani test SWAB.

Test SWAB secara gratis itu, wajib dilakukan, dalam rangka melindungi diri sendiri, keluarga, rekan sekerja dan masyarakat. Bagi yang melakukan perjalanan udara, SWAB dapat dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau. Sedangkan, bagi yang berpergian melalui jalan darat dan laut, SWAB dilakukan di rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Covid-19 Sumatra Barat, bukti nyata, wabah virus corona deasase belum berakhir. Lakukanlah aktifitas kehidupan di era new normal secara disiplin. Terapkan protokol kesehatan, berupa menjaga jarak, pakai masker, selalu mencuci tangan pakai sabun serta hindari kerumunan.

Wali Kota Riza meminta Sekdako Rida Ananda untuk perintahkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk ikut berperan melakukan edukasi terkait Covid-19. Tempat-tempat pelayanan publik, harus diawasi secara ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Begitu juga di tempat keramaian lainnya, seperti pusat perbelanjaan di Pasar Ibuah, pasar bertingkat, pasar modern, supermarket dan di objek wisata, juga harus diperketat pemakaian protokol kesehatan Covid-19 ini”, simpul wali kota dua periode ini. (rel)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here