Semarang | tipikal.com – Kota Payakumbuh kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga). Penghargaan ini diterima langsung oleh Pj Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dalam acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 yang diselenggarakan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/06/2024).
Prestasi ini menjadi bukti konsistensi Kota Payakumbuh dalam meningkatkan indeks pembangunan keluarga dari tahun 2021 hingga 2023. Data menunjukkan bahwa indeks tersebut meningkat dari 53,83 pada tahun 2021 menjadi 65,32 pada tahun 2023. Kenaikan ini menempatkan Payakumbuh sebagai yang terbaik di antara 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dan berada dalam kualifikasi keluarga berkembang menuju keluarga tangguh.
“Kenaikan yang konsisten ini tentunya tidak terlepas dari intervensi berbagai pihak yang senantiasa berupaya untuk meningkatkan ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan masyarakat di Kota Payakumbuh. Saya mengucapkan terima kasih dan berharap Kota Payakumbuh ke depannya akan lebih baik lagi,” ujar Suprayitno.
Tema Harganas ke-31 tahun ini, “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas”, menekankan masih banyak pekerjaan rumah yang harus terus ditingkatkan di Kota Payakumbuh. Hal ini termasuk program intervensi serentak pencegahan stunting, penurunan angka kemiskinan, dan penciptaan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy, yang mewakili Presiden RI, menyampaikan pentingnya gerakan intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, target 95 persen balita seluruh Indonesia yang diukur dan ditimbang di posyandu serta diintervensi stuntingnya insya Allah bisa dilaksanakan dengan baik. Kita akan melihat triangulasi data dari SKI (Survey Kesehatan Indonesia) dengan hasil pengukuran ini seperti apa,” ujar Menko PMK.
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa strategi nasional percepatan penurunan stunting melibatkan intervensi faktor sensitif dan spesifik secara simultan.
“Strategi yang paling efisien adalah mendiagnosis dengan tepat sehingga kita tahu keluarga berisiko tinggi stunting dan bayi stunting yang mana. Ibu hamil dan pra nikah menjadi bagian penting untuk mencegah stunting baru,” jelas Hasto.
Dengan lebih dari 10 ribu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berkomitmen baik, BKKBN terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendataan untuk gerakan serentak intervensi dan percepatan penurunan stunting. Data penimbangan, pengukuran, dan pendataan tinggi badan sudah mencapai 92,29 persen di seluruh Indonesia. Verifikasi dan validasi data akan segera dilakukan untuk memastikan keakuratan data tersebut.
Prestasi Kota Payakumbuh dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga menunjukkan dedikasi dan kerja keras berbagai pihak dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera, serta memberikan contoh bagi daerah lain di Indonesia. (tpk)