Perdana, Payakumbuh Dipercaya Jadi Tuan Rumah Rakor Pariwisata Sumatra Barat

0
82
loading...

Payakumbuh, tipikal.com — Setelah selesainya berlangsung masa PSBB dan memasuki era New Normal Covid-19 di wilayah Provinsi Sumatra Barat, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat langsung melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama 19 kota/kabupaten se-Sumatra Barat di Aula Ngalau Balaikota Kamis (9/7).

Rakor yang diselenggarakan di Kota Payakumbuh kali ini mengusung tema “Sosialisasi Perda Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Sumatra Barat Tahun 2014-2025 dan Peduli Wisata Award 2020 Berbasis Digital”.

Kadis Pariwisata Provinsi Nofrial, SE. MA. AK saat membuka kegiatan Rakor tersebut mengucapkan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh sebagai tuan rumah yang sudah memfasilitasi kegiatan Rakor dengan baik dan maksimal.

“Ini Rakor pertama yang kita langsungkan tanpa webinar, dan juga tentunya ini agenda Rakor kedua setelah sebelumnya pada bulan Januari kemaren telah kita langsungkan Rakor yang sama di kabupaten Agam”, ucap Nofrial.

Dalam sambutannya, Nofrial menyampaikan jika menyebut tentang Kota Payakumbuh, maka akan langsung teringat dengan Randang, iya, entah kenapa ketika menyebut Payakumbuh langsung teringat akan Randang, apa karna Payakumbuh kini sudah di branding sebagai kota Randang kali yaa ?”, ujarnya sambil bertanya ke seluruh peserta Rakor.

Menurut Nofrial, dengan mengusung program Peduli Wisata Award 2020 yang berbasis digital, maka perlu dilakukan sosialisasi keseluruh wilayah di provinsi Sumatra Barat. Dan dengan semakin pesatnya perkembangan pembangunan kepariwisataan daerah terkini, hal tersebut menghendaki harus terjadinya perubahan kebijakan dengan munculnya isu strategis kepariwisataan di provinsi Sumatra Barat.

“Adapun untuk isu strategis meliputi pariwisata halal, taman bumi atau Geopark, pariwisata berbasis digital dan ekonomi kreatif serta isu penguatan pengalaman wisatawan melalui atraksi dan desain ruang destinasi, sehingga diperlukan perubahan dan penyesuaian dalam kepariwisataan di provinsi Sumatra Barat”, ungkap Nofrial.

Selain itu, Nofrial juga mengatakan jika tujuan penyusunan perubahan Perda rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi Sumatra Barat Tahun 2014-2025 ialah untuk menyediakan dokumen perencanaan pembangunan pariwisata di Sumatra Barat sesuai perkembangan terkini yang sejalan dengan RPJMD Provinsi Sumatra Barat.

Terkait dengan program Peduli Wisata Award 2020 yang berjalan dalam dua tahun sekali, Nofrial juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020 ini merupakan yang keempat kali pelaksanaan nya.

“Tahun ini kegiatan peduli wisata Award kita laksanakan berbasis digital dengan menggunakan program aplikasi. Dan untuk pemerintah kota kabupaten terbaik maka akan mendapatkan penghargaan sesuai kategori yang telah ditetapkan”, kata Nofrial.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz bersama Asisten 1 Yoherman selaku tuan rumah menyambut baik kedatangan seluruh peserta Rakor. Setelah penyampaian sambutan dari Kadis Pariwisata Provinsi Sumatra Barat terkait branding Kota Randang, Wawako menjawab penyampaian itu dengan mengatakan jika suatu daerah itu dapat dilihat melalui branding daerah tersebut.

“Terkait branding yang disampaikan Kadis Pariwisata tadi itu sungguh banyak sekali jenis kategori pengembangannya. Setiap daerah itu memiliki identitas yang berbeda, dan kita harus membrandingnya dengan baik dan bagus agar daerah itu bagus untuk diketahui oleh semua orang tentunya, dan alhamdulillah Kota Payakumbuh dengan branding nya sebagai Kota Randang saat ini, membuat Payakumbuh menjadi gampang diingat oleh semua orang baik dalam negri maupun dari luar”, ucap Erwin Yunaz.

Disampaikan Erwin, kita akan buatkan literasi terkait Randang ini, dimana untuk keunggulan dan potensi yang ada itu akan kita gali semua, sehingga wisatawan yang datang ke Payakumbuh nantinya tidak sekedar mendengar penjelasan tentang Randang ini, tapi mereka juga dapat membawa sebuah buku yang berisikan tentang Randang untuk mereka bawa pulang”, tambahnya.

Rakor yang agendanya akan berlangsung selama dua hari itu, dimulai 9-10 Juli 2020 turut mengundang narasumber Prof. Dr. Ansofino, M.Si sebagai pembicara yang akan membahas tentang perubahan Perda dan Peduli Wisata Award 2020.

Pada hari kedua, diskusi akan berlangsung secara outdoor di destinasi wisata Ngalau Medan Nan Bapaneh. Disini Kepala Disparpora Kota Payakumbuh diminta untuk memaparkan tentang pengembangan dan pembangunan pariwisata di daerah itu, sehingga nanti mendapatkan masukan dan saran dari kepala dinas pariwisata kabupaten kota lain dalam pembangunan pariwisata ke depan.(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here