Pengrajin Tenun Balai Panjang Diberi Penguatan Oleh Bank Indonesia

0
90
loading...

Payakumbuh, tipikal.com — Kesempatan emas didapatkan pengrajin Tenun Balai Panjang Payakumbuh, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat datang ke Payakumbuh untuk menindaklanjuti pertemuan Gubernur Sumatra Barat dengan 7 kepala daerah kota/kabupeten terkait dengan peningkatan pengembangan Tenun Minang yang diselenggarakan KPW BI di Kota Padang, 30 November 2020 lalu.

Para pengrajin tenun diberikan penguatan dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengrajin Tenun Minang Tahun 2021 Provinsi Sumatra Barat.

Hadir dalam pembukaan kegiatan itu Kepala Tim Implementasi KEKDA Bank Indonesia Provinsi Sumatea Barat Bayuadi Hardianto, Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi, Kepala Disnakerin Wal Asri, Sekretaris Disnakerin Andiko Jumarel, sementara itu narasumber didatangkan BI dari Jakarta, yakni desainer terkenal Wignyo Rahadi bersama desainer lokal Femil Chang di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Kamis (18/03).

Menurut Bayuadi Hardianto, kegiatan ini adalah bentuk komitmen dari Kantor KPW BI Provinsi Sumbar dalam mendukung pengembangan UMKM, khususnya Tenun Minang di Provinsi Sumatra Barat.

“Adapun kepala daerah kabupaten dan kota yang hadir dengan Gubernur pada waktu itu dari Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kota Padang, dan Kota Bukitinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Henny Riza Falepi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak Bank Indonesia yang telah menggagas dan merancang kegiatan ini, dukungan dan support Bank Indonsia yang sangat serius terasa bagi pengrajin-pengrajin tenun di Sumatra Barat saat ini.

“Ini hasil usaha pihak BI dengan menghadirkan Gubernur Sumbar pada acara rapat koordinasi waktu itu, sehingga dapat kesepakatan secara bersama dengan 7 kepala daerah untuk menjadikan tranformasi tenun minang,” kata Henny.

Besar harapan dari Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh itu dengan terlaksananya kegiatan ini, akan banyak manfaatnya bagi UMKM Tenun Minang, apalagi saat ini BI sebelumnya sudah mensosialisasikan tenun Minang kepada masyarakat Indonesia khususnya kepada karyawan Bank Indonesia sendiri.

Kepala Disnakerin Wal Asri menyampaikan kegiatan itu digelar sesuai aturan Protokol Kesehatan Covid-19. Seluruh peserta yang akan memasuki ruangan harus melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Wal Asri menyampaikan Pemerintah Kota Payakumbuh sangat terkesan dengan program yang diinisasi oleh Bank Indonesia ini, BI memiliki inisiatif mendorong tenun di Sumbar Bersama-sama memajukan setiap pengrajin tanpa ada ego dari produk masing-masing kota/kabupaten, artinya dalam 1 nama, yakni tenun Minang.

“Masing-masingnya punya ciri khas, jadi tenun Minang lah yang dikedepankan. Kita sangat senang pengrajin kita dibina dan diberi pelatihan, materi selama 1 hari. Peserta pelatihan kita para pelaku tenun juga termotivasi dan semangat untuk mengembangkan diri,” ujar Kadis Wal Asri didampingi Sekdis Andiko Jumarel.

Menurutnya lagi, dengan hadirnya BI memberi dukungan penguatan, BI juga memberikan peluang pasar, dimana karyawan BI siap untuk menggunakan Tenun Minang. Hal ini, kata Wal Asri sama juga dengan yang dilakukan ASN di lingkungan Pemko Payakumbuh.

“Semoga gairah usaha pengrajin tenun dalam memproduksinya semakin meningkat dengan potensi pasar yang semakin besar,” harap Wal Asri. (tpk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here