Pemko Payakumbuh Perketat Bioskuriti, Lapor Ke Tim Kalau Ada Sapi Bergejala PMK!

- Jurnalis

Kamis, 19 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Pemerintah Kota Payakumbuh mengambil langkah strategis dan serius dalam menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi yang saat ini tengah melanda beberapa daerah di Indonesia.

“Kita bergerak cepat dengan memberlakukan biosekuriti segera, karena di Kota Payakumbuh sudah ditemukan 4 ekor sapi yang terinfeksi virus PMK, 2 diantaranya adalah sapi yang dibeli peternak dari Pasar Ternak Palangki Sijunjung, kemungkinan sapi-sapi itu terpapar dari sana dan menular ke sapi lain di kandang,” kata Riza saat rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi PMK yang digelar di Aula Ngalau Indah Lantai III Kantor Wali Kota Payakumbuh, Kamis (19/05/22).

Dalam kegiatan itu turut hadir Ketua DPRD Hamdi Agus, Kapolres AKBP Alex Prawira, Kepala Kantor Kemenag Ramza Husmen, Ketua MUI Erman Ali, Sekda Rida Ananda, Asisten Setdako, Keala Dinas Pertanian Depi Sastra, dan pejabat di lingkungan Pemko Payakumbuh sementara itu, narasumber dalam kegiatan ini adalah Drh. Erinaldi, MM sebagai Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumbar dan Drh. Raden Katamtama Anindita dari Balai Verteriner Bukittinggi.

Dalam pemaparannya, Drh. Raden Kamtama Anindita menyampaikan senada dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang optimis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat dikendalikan secara cepat, asalkan agar semua pihak turun langsung dan terlibat aktif dalam menekan jumlah penularan.

Kementerian Pertanian mengajak untuk menerapkan strategi intelektual sebagai langkah percepatan, menerapkan strategi manajemen sebagai langkah penguatan, dan strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

 “Jadi sebenarnya PMK ini dapat disembuhkan dan tidak menular ke manusia, tetapi kita harus waspada dan terus bekerja. Yang terpenting tidak boleh membangun kepanikan karena itu sangat berbahaya,” ujar Raden Ramtama.

Ditambahkannya, berdasarkan hasil penelitian dan penelusuran selama ini, penyakit PMK masuk dalam kategori penyakit hewan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebab kata dia, seluruh bagian daging pada hewan yang positif PMK dapat dimakan melalui prosedur yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Adakan Studi Tiru, Pemko Payakumbuh Sambut Kunjungan Pemkab Asahan

“Sekali lagi PMK dapat disembuhkan dan tidak berbahaya dikonsumsi manusia,” tegasnya.

Raden Ramtama juga memaparkan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) atau dikenal juga dengan sebutan Foot and Mouth Disease adalah penyakit yang menyerang hewan ternak seperti sapi, domba, kambing, dan hewan ruminansia berkuku belah lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengonfirmasi wabah itu merebak di sejumlah wilayah di Indonesia, misalnya di sejumlah daerah, awalnya ada di Aceh dan Jawa Timur.

PMK menular melalui embusan angin dan memiliki kecepatan transmisi yang sangat cepat. Oleh karena itu, keberadaannya menjadi perhatian khusus dan harus segera dilakukan penanganan. Sapi atau hewan ternak yang terinfeksi PMK akan menunjukkan ciri-ciri yang spesifik.

“Ciri-ciri khasnya di ternak adalah di mana ternak ada demam. Kemudian yang khas ada leleran dari hidung, kemudian ada lepuh atau sariawan di mulut dan di lidah. Ada juga luka-luka di kaki atau di kuku. Sesekali napasnya terengah-engah, terus sapi karena kakinya sakit dia juga tidak bisa berdiri,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Prov Sumbar Erinaldi mengatakan Pemprov Sumbar telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 559/EDIGSB 2022, Tanggal 12 Mei 2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan terhadap Ancaman Masuk dan Menyebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke dalam Wilayah Sumatera Barat.

Terkait teknis pelaksanaan pencegahan kepada PMK di Kota Randang, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra saat dihubungi media, Sabtu (21/05/22), mengatakan bersama Unit Respon Cepat (URC) akan memperketat tindakan biosekuriti, dimana serangkaian tindakan yang meliputi perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans, menganjurkan tidak mengambil ternak dari daerah lain, kalaupun harus maka ternaknya telah punya SKKH dan surat keterangan darimana daerah asal hewan, melakukan tindakan karantina dengan ketat, menjaga kondisi ternak dengan manajemen pemeliharaan yang baik, serta meningkatkan sanitasi dan mendesinfeksi kandang dan sekitarnya secara berkala.

Baca Juga :  KWT Kembang Delima K3TR Terima Kunjungan KWT Sepakat Jorong Tangah Padang, Kabupaten Solok

“Tindakan biosekuriti tersebut harus diterapkan secara bersama-sama dan kompak oleh seluruh masyarakat baik dari unsur Pemerintah maupun petani, peternak dan pengusaha khususnya pengusaha yang terkait dengan bidang pertanian, peternakan. Salahsatu upaya kita adalah menutup pasar ternak untuk sementara,” kata Depi didampingi Kabid Peternakan Sujarmen.

Depi juga menjelaskan, hingga saat ini diprediksi ada banyak suspect sapi yang terpapar PMK, menunggu hasil pemeriksaan uji labor keluar untuk memastikan apakah sapi di sejumlah peternakan sudah terpapar PMK atau belum.

“Yang telah ditemukan terkena PMK ada 4 ekor sapi di Kecamatan Payakumbuh Timur, namun yang ada gejala sudah banyak, sekitar lebih dari 5 sapi. Untuk itu tim akan bergerak ke lokasi yang dianggap rawan karena sudah ada suspect,” jelasnya.

Depi menghimbau kepada peternak agar rajin berkoordinasi dengan Tim URC, supaya dapat menginformasikan kalau ada sapi di kandang dengan gejala terpapar PMK segera melapor. Nanti akan dilakukan tindakan pemeriksaan, penyemprotan disifektan, dan pemberian vitamin.

“Di awal pemberian vitamin ini gratis, karena keterbatasan sumber daya, maka kami menghimbau peternak ikut berperan aktif berpartisipasi. Untuk disinfektan akan ditinggalkan di peternak, dan mereka melakukan penyemprotan secara manual,” tambahnya.

Terkait aktifitas di rumah potong hewan, kata Depi, pengolahan daging sapi tetap berjalan, namun lebih diperketat terkait dengan pemeriksaan SKKH dan asal ternaknya. (tpk)

Berita Terkait

PSU DPD Provinsi Sumatera Barat di Payakumbuh Berjalan Aman dan Tertib
BPJS Kesehatan Payakumbuh Gelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan 2024
Pelepasan Satgas Pamtas Statis RI-PNG Papua Yonif 131/BRS di Payakumbuh: Pengabdian Luar Biasa untuk NKRI
Pemko Payakumbuh Tingkatkan Kualitas Pelayanan Administrasi dengan Bimbingan Teknis Disdukcapil
Pemko Payakumbuh Matangkan Persiapan MTQ ke XLI Tingkat Kota
Operasi Patuh Singgalang 2024 Dimulai di Payakumbuh dengan Apel Gelar Pasukan
Polres Payakumbuh Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2024
Supardi – Yanuar Gazali Raih Posisi Puncak Survey Bakal Calon Wali Kota Payakumbuh

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 04:49 WIB

PSU DPD Provinsi Sumatera Barat di Payakumbuh Berjalan Aman dan Tertib

Selasa, 16 Juli 2024 - 20:37 WIB

BPJS Kesehatan Payakumbuh Gelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan 2024

Selasa, 16 Juli 2024 - 20:31 WIB

Pelepasan Satgas Pamtas Statis RI-PNG Papua Yonif 131/BRS di Payakumbuh: Pengabdian Luar Biasa untuk NKRI

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:17 WIB

Pemko Payakumbuh Tingkatkan Kualitas Pelayanan Administrasi dengan Bimbingan Teknis Disdukcapil

Selasa, 16 Juli 2024 - 07:14 WIB

Pemko Payakumbuh Matangkan Persiapan MTQ ke XLI Tingkat Kota

Senin, 15 Juli 2024 - 22:29 WIB

Operasi Patuh Singgalang 2024 Dimulai di Payakumbuh dengan Apel Gelar Pasukan

Senin, 15 Juli 2024 - 16:11 WIB

Polres Payakumbuh Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2024

Minggu, 14 Juli 2024 - 21:17 WIB

Supardi – Yanuar Gazali Raih Posisi Puncak Survey Bakal Calon Wali Kota Payakumbuh

Berita Terbaru