Pemko Payakumbuh Gelar Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting 2024

- Jurnalis

Rabu, 7 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com – Dalam upaya menguatkan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam penanggulangan dan pencegahan stunting, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Payakumbuh Tahun 2024.

Rakor ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Ngalau Indah lantai III Balai Kota Payakumbuh dan dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Rabu (7/08/2024).

Dalam arahannya, Pj Wali Kota Payakumbuh yang di wakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra menyampaikan bahwa strategi nasional untuk penanggulangan stunting terdiri dari lima pilar utama, yaitu komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perilaku, konvergensi koordinasi pusat dan daerah serta desa, ketahanan pangan dan gizi, serta pemantauan dan evaluasi.

Dafrul Pasi, menggarisbawahi bahwa intervensi stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja, melainkan perlu dilaksanakan secara bersama-sama oleh semua sektor terkait. “Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh sektor non-kesehatan, terutama dalam perubahan perilaku masyarakat,” ujar Dafrul.

Dafrul juga mengajak seluruh peserta Rakor untuk melakukan inovasi-inovasi guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama ibu hamil dan anak balita. Ia menekankan pentingnya penyampaian laporan dari setiap Perangkat Daerah tepat waktu untuk kelancaran program penurunan stunting yang dilakukan secara holistik dan integratif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melaporkan bahwa menurut data Survei Studi Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Payakumbuh telah menurun dari 6,2 persen pada tahun 2022 menjadi 2,20 persen pada tahun 2024. Target nasional adalah menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2022 antara lain pelaksanaan 8 aksi konvergensi, mini lokarya tingkat kecamatan, rembuk stunting tingkat kecamatan, audit kasus, serta verifikasi dan validasi Keluarga Beresiko Stunting (KRS). Jumlah keluarga beresiko stunting di Kota Payakumbuh tercatat sebanyak 287.208 KRS.

Rakor ini juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Wawan Sofianto, yang menyampaikan materi terkait upaya penurunan stunting. Seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Payakumbuh turut hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya bersama menurunkan angka stunting di kota tersebut. (tpk)

Berita Terkait

Labuah Gunuang Wakili Lima Puluh Kota dalam Penilaian Gerakan PKK Sumbar 2026
Kominfo Payakumbuh Dorong Peserta PKA Hadirkan Inovasi Berdampak Nyata
Unand dan Pemko Payakumbuh Perkuat UMKM Rendang Lewat Program Pendampingan
Disparpora Payakumbuh Canangkan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM 2026
Antisipasi Bencana, BPBD Payakumbuh Cek Peralatan dan Logistik
Brotherhood’90s Perkuat Persaudaraan Lewat Silaturahmi Tahunan di Palano Hill Cafe
Hangatnya Silaturahmi XOS Sumatera, Ratusan Rider XMAX Bukber di Payakumbuh
ASN Kecamatan dan PKK Payakumbuh Selatan Berbagi Takjil untuk Pengendara

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:44 WIB

Labuah Gunuang Wakili Lima Puluh Kota dalam Penilaian Gerakan PKK Sumbar 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:15 WIB

Kominfo Payakumbuh Dorong Peserta PKA Hadirkan Inovasi Berdampak Nyata

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:25 WIB

Unand dan Pemko Payakumbuh Perkuat UMKM Rendang Lewat Program Pendampingan

Senin, 13 April 2026 - 07:31 WIB

Disparpora Payakumbuh Canangkan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM 2026

Jumat, 10 April 2026 - 03:00 WIB

Antisipasi Bencana, BPBD Payakumbuh Cek Peralatan dan Logistik

Berita Terbaru

Bupati / Wakil Bupati Lima Puluh Kota

Bupati Safni: Saatnya Bekerja untuk Iklim, Lingkungan Hidup Tanggung Jawab Bersama

Senin, 8 Jun 2026 - 18:35 WIB