Pelaku UMKM Kota Payakumbuh Dapat Ilmu Dari Dosen IPB Melalui Program Dosen Mengabdi Pulang Kampung

- Jurnalis

Jumat, 12 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh | tipikal.com — Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Payakumbuh mendapatkan kesempatan emas untuk belajar ilmu baru tentang penerapan teknologi pengemasan dan pengawetan pangan pada industri olahan pangan dari Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) selama 2 hari.

Menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Dosen IPB Dr. Nugraha Edhi datang ke Kota Randang untuk menindaklanjuti kunjungan sebelumnya pada bulan Juni lalu terkait program Dosen Mengabdi Pulang Kampung LPPM-IPB University. Kegiatan pelatihan gratis itu dilaksanakan di kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh di Koto Nan Ampek.

Pada hari Rabu (10/08/22), pelatihan diikuti oleh 8 pelaku UMKM Galamai dengan materi prinsip pengawetan produk pangan dan gelamai serta teknik pengemasan dan pelabelan produk gelamai.

Sementara itu, untuk hari Kamis (11/08/22), peserta adalah 15 pelaku UMKM makanan dan minuman produk oleh-oleh khas Payakumbuh dengan materi penggunaan bahan tambahan pangan yang tepat dan bijak, prinsip pengawetan produk pangan, keamanan pangan produk olahan pangan UMKM, serta teknik pengemasan dan pelabelan produk UMKM, serta penerapan GMP pada industri UKM olahan pangan.

Baca Juga :  Tak Perlu Takut Ikut Vaksin Covid-19, Ini Penjelasannya

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler kepada media, Jumat (12/08/22) menyampaikan apresiasi kepada Dosen IPB Nugraha Edhi yang telah memilih Kota Payakumbuh sebagai tempat untuk berbagi ilmu kepada pelaku UMKM. Ilmu ini, kata Dahler sangat dibutuhkan oleh UMKM di Kota Payakumbuh untuk meningkatkan kualitas produknya.

“Selama ini kita hanya menjual cita rasa dan harga murah, sementara masih banyak produk yang kemasannya kurang bagus, model tidak menarik, dan belum ada uji keawetan makanan, yang ada baru sertifikasi halal, BPOM, dan higienis,” kata Dahler.

Dahler menambahkan, materi yang disampaikan oleh Dosen IPB itu adalah yang paling ditunggu-tunggu pelaku UMKM, riset dan uji coba kepada produk yang dilakukan oleh akademisi akan memberikan informasi kepada Pemko Payakumbuh dan pelaku UMKM sejauh mana produk olahan pangan bisa tahan dan bagaimana cara menjaga keawetan makanan serta pengemasan yang baik.

“Kami sampaikan apresiasi dan mendukung program ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Ikuti Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Se-Indonesia.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Dosen IPB Nugraha Edhi mengatakan dia adalah Sumando Urang Minang, istrinya adalah orang Luak Limopuluah yang kini tinggal di perantauan. Dia pada kesempatan liburan ke rumah mertuanya yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat sering menemukan fakta dimana produk gelamai yang dibeli untuk niat dijadikan oleh-oleh, meskipun baru dibeli dari tokonya selama 3 hari, semua produknya telah menjadi tengik dan tidak layak dimakan sehingga “gagal” untuk dijadikan oleh-oleh.

Temuan ini menggugahnya untuk melakukan pembinaan terhadap pengusaha gelamai di Kota Payakumbuh agar dapat menerapkan teknologi kemasan aktif, kemasan vakum atau teknologi pengawetan dengan BTP yang tepat jenisnya dan tepat dosisnya sehingga dapat meningkatkan umur simpan Gelamai hingga 1 sampai 3 bulan, tergantung dari Teknik pengawetan yang digunakannya.

“Selain produk gelamai, kami juga membawa sampel produk UMKM lain ke kampus IPB untuk dilakukan pengujian dan akan memberikan saran perbaikan dari aspek kemasan dan teknologi proses pengawetannya,” pungkas Edhi. (tpk)

Berita Terkait

Kodim 0306/50 Kota Bersama Babinsa Dukung Suksesnya Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio
Perpanjangan Masa Jabatan 71 Wali Nagari di Lima Puluh Kota Resmi Dikukuhkan
Rida Ananda Harapkan Pramuka Payakumbuh Membangun Karakter Generasi Muda di Era Digital
Pemko Payakumbuh dan Hipermi Siap Tingkatkan Pasar Ekspor Rendang
Pj Wali Kota Payakumbuh Hadiri Sosialisasi Pembiayaan Tapera
Payakumbuh Gelar Rakor Persiapan Launching Posyandu ILP dan PIN Polio 2024
Pj Wali Kota Payakumbuh Suprayitno Harapkan Dukungan Jamaah Haji untuk Pembangunan Daerah
Optimisme Pemko Payakumbuh: Ketersediaan Bibit Ikan Akan Terpenuhi dengan Revitalisasi Balai Benih Ikan

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:54 WIB

Kodim 0306/50 Kota Bersama Babinsa Dukung Suksesnya Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio

Senin, 22 Juli 2024 - 08:53 WIB

Perpanjangan Masa Jabatan 71 Wali Nagari di Lima Puluh Kota Resmi Dikukuhkan

Minggu, 21 Juli 2024 - 19:55 WIB

Rida Ananda Harapkan Pramuka Payakumbuh Membangun Karakter Generasi Muda di Era Digital

Jumat, 19 Juli 2024 - 19:39 WIB

Pj Wali Kota Payakumbuh Hadiri Sosialisasi Pembiayaan Tapera

Jumat, 19 Juli 2024 - 19:11 WIB

Payakumbuh Gelar Rakor Persiapan Launching Posyandu ILP dan PIN Polio 2024

Jumat, 19 Juli 2024 - 18:58 WIB

Pj Wali Kota Payakumbuh Suprayitno Harapkan Dukungan Jamaah Haji untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 19 Juli 2024 - 18:07 WIB

Optimisme Pemko Payakumbuh: Ketersediaan Bibit Ikan Akan Terpenuhi dengan Revitalisasi Balai Benih Ikan

Kamis, 18 Juli 2024 - 21:43 WIB

Prestasi Gemilang Atlet Paralayang Payakumbuh di Kejuaraan Internasional Lombok Tengah

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

Bupati Lima Puluh Kota Resmikan Kantor Wali Nagari Durian Gadang

Senin, 22 Jul 2024 - 07:27 WIB